
Ilustrasi bitcoin yang sedang "tertidur" karena tidak ada pergerakan market yang signifikan. (Dhimas Ginanjar/Dall-E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pasar kripto tengah dilanda gelombang jual besar-besaran. Dalam empat hari terakhir, nilai pasar kripto menyusut sekitar Rp 4.890 triliun atau setara USD 300 miliar. Bitcoin dan sejumlah altcoin utama kompak mengalami penurunan, namun hal mengejutkan terjadi di balik layar. Sejumlah perusahaan investasi justru memanfaatkan momen ini untuk membeli dalam jumlah besar.
Bitcoin sempat turun tajam pada Minggu malam (18/8), menyentuh titik terendah Rp 1,87 miliar (USD 114.955) sebelum sedikit pulih ke kisaran Rp 1,87–1,92 miliar. Dalam 24 jam, BTC kehilangan 2,3 persen nilainya. Jika dihitung sejak puncaknya pada 14 Agustus lalu yang berada di Rp 2,02 miliar (USD 124.517), penurunan total mencapai lebih dari 7 persen.
Kejatuhan harga ini langsung memicu likuidasi posisi long senilai lebih dari Rp 1,63 triliun (USD 100 juta). Total posisi long yang terlikuidasi mencapai USD 123 juta, sementara posisi short hanya USD 7,42 juta menurut Coinglass.
Ethereum juga ikut terseret arus negatif. Setelah sempat mendekati Rp 4,8 juta, ETH kini berada di kisaran Rp 4,25 juta atau turun sekitar 4,8 persen dalam sehari. Namun jika ditarik dalam sepekan, penurunan ETH relatif kecil, hanya sekitar 1 persen. Ini menunjukkan bahwa ETH masih memiliki daya tahan dibanding altcoin lain.
Sebaliknya, XRP mengalami tekanan lebih besar. Dalam tujuh hari terakhir, XRP telah terkoreksi nyaris 9 persen, dan saat ini diperdagangkan di kisaran Rp 48.411 (USD 2.97). Altcoin lain juga menunjukkan penurunan tajam, seperti HYPE turun 7,4 persen, SUI 6,5 persen, dan SOL 5,8 persen.
Total kapitalisasi pasar kripto kini berada di bawah Rp 65 triliun (USD 4 triliun), jatuh dari puncaknya pada 14 Agustus sebesar USD 4,3 triliun.
Namun di tengah kekacauan ini, beberapa institusi besar justru melihat peluang. Michael Saylor, Chairman dari Strategy, mengumumkan pembelian 430 BTC senilai lebih dari Rp 831 miliar (USD 51 juta). Metaplanet, perusahaan asal Jepang, juga membeli 775 BTC senilai sekitar Rp 1,51 triliun (USD 93 juta). Keduanya percaya bahwa koreksi harga hanyalah momen jangka pendek dan justru memperkuat fundamental aset.
Presiden Metaplanet, Simon Gerovich, menegaskan keyakinannya di platform X (Twitter). “Saya mengerti banyak yang kecewa dengan penurunan harga ini. Tapi yang menguatkan kami adalah fondasi yang sedang dibangun. Dalam jangka panjang, fundamental akan menang,” tulisnya.
Institusi besar lainnya seperti Dana Pensiun Pemerintah Norwegia (GPFG) juga tercatat meningkatkan eksposurnya ke Bitcoin hingga 83 persen per Juni 2025, terutama melalui kepemilikan saham MSTR (MicroStrategy). Saat ini, Strategy disebut telah memiliki lebih dari 629.000 BTC.
Di tengah derasnya arus jual, beberapa aset justru mencatatkan kenaikan. Monero (XMR) naik 4,7 persen dalam 24 jam dan membukukan keuntungan mingguan 1,6 persen. LINK naik 2,1 persen, dan ARB naik 1,7 persen.
Meskipun volume perdagangan Bitcoin meningkat 62 persen menjadi USD 69,23 miliar atau setara Rp 1.128 triliun, kapitalisasi pasarnya justru menyusut 1,64 persen menjadi USD 2,31 triliun atau Rp 37.653 triliun. Bitcoin dominance juga naik menjadi 59,82 persen, menunjukkan bahwa BTC masih lebih tangguh dibanding altcoin lain di tengah turbulensi pasar ini.
Pasar mungkin sedang mengalami fase koreksi tajam, tetapi bagi para pemain besar, ini justru dianggap sebagai kesempatan emas. Kini semua mata tertuju pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole yang akan digelar 21–23 Agustus. Pidato itu diyakini akan menjadi penentu arah suku bunga dan nasib kripto selanjutnya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
