Ilustrasi harga Ethereum yang naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Ethereum (ETH) tengah jadi pusat perhatian pasar kripto global. Setelah naik hampir 30% dalam sepekan dan diperdagangkan di kisaran USD 4.625 atau sekitar Rp 75,4 juta, Ethereum kini disebut berpotensi menembus harga USD 25.000 atau setara Rp 412 juta dalam beberapa tahun ke depan.
Prediksi ini datang dari institusi keuangan ternama, Standard Chartered, yang baru saja memperbarui proyeksi harga jangka panjang mereka.
Dalam laporan yang dirilis Rabu (13/8), Standard Chartered menaikkan target harga ETH untuk akhir tahun 2025 dari USD 4.000 ke USD 7.500, dan untuk 2028 dari USD 7.500 ke USD 25.000.
Kepala riset aset digital bank tersebut, Geoff Kendrick, menjelaskan bahwa proyeksi ini didasarkan pada meningkatnya permintaan institusional, peran ETH dalam infrastruktur stablecoin, dan adopsi aplikasi desentralisasi (DeFi) yang semakin meluas.
“Pertumbuhan sektor stablecoin kami perkirakan naik 8 kali lipat hingga akhir 2028, yang secara langsung akan berdampak besar terhadap biaya transaksi di jaringan Ethereum,” ujar Kendrick.
Adopsi Ethereum sebagai platform utama untuk stablecoin seperti USDC dan USDT membuat token ini semakin vital dalam ekosistem keuangan digital. Terlebih setelah disahkannya Genius Act di Amerika Serikat, yang memberikan regulasi jelas terhadap stablecoin berbasis dolar.
Di sisi lain, minat institusi terhadap ETH juga memanas lewat jalur Exchange-Traded Fund (ETF). Menurut laporan Bitcoinist, dalam dua hari terakhir saja, arus dana masuk ke ETF Ethereum mencapai USD 1,54 miliar (Rp 25,1 triliun). Produk ETF milik BlackRock, ETHA, bahkan kini mengelola aset lebih dari USD 10,5 miliar.
Tak hanya itu, perusahaan seperti BitMine Immersion Technologies dan SharpLink Gaming juga ikut masuk ke arena. BitMine mengumumkan rencana penggalangan dana sebesar USD 24,5 miliar untuk membeli ETH—dengan target menguasai hingga 5% dari total suplai Ethereum. SharpLink menyusul dengan pendanaan sebesar USD 389 juta untuk akumulasi ETH.
Secara teknikal, analis seperti Ali Martinez menyebut harga ETH berpotensi mencapai USD 5.241 atau Rp 85,4 juta dalam waktu dekat, jika pola indikator MVRV terus berlanjut. Sementara analis lain, Yashasedu, memperkirakan ETH bisa melampaui USD 8.500 jika Bitcoin berhasil tembus USD 150.000.
Fakta menarik lainnya, Ethereum juga mendominasi altcoin lain. Menurut Benjamin Cowen, total kapitalisasi altcoin selain BTC dan ETH telah anjlok 50% terhadap ETH sejak April, menjadikan siklus saat ini sebagai “Ethereum season”, bukan altseason seperti biasanya.
Dengan total value locked (TVL) yang sudah menembus USD 90 miliar dan minat derivatif yang meningkat (open interest kini mencapai USD 12,1 miliar), Ethereum semakin menunjukkan perannya sebagai aset kripto andalan bagi investor institusional. Jika momentum ini bertahan, Ethereum bisa jadi bersiap menulis rekor harga baru — bukan hanya sebagai aset spekulatif, tapi sebagai pilar utama dunia keuangan digital masa depan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
