
Ilustrasi Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com - Harga Bitcoin kembali bikin heboh. Pada Jumat (11/7), mata uang kripto terbesar dunia ini melesat menembus level tertinggi baru di angka USD 118.000. Lonjakan ini bukan hanya bikin heboh pasar, tapi juga memicu likuidasi massal di bursa derivatif, terbesar sepanjang tahun ini.
Dalam 24 jam terakhir, lebih dari USD 1,13 miliar posisi short (taruhan harga turun) terpaksa dilikuidasi karena tak mampu menahan tekanan kenaikan harga. Sekitar 237.000 trader tercatat mengalami kerugian, termasuk satu posisi short BTC-USDT yang amblas hingga USD 88,5 juta.
Tak hanya Bitcoin yang melesat, altcoin besar seperti Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), XRP, Cardano (ADA), SUI, LINK, dan Solana (SOL) juga ikut terkerek naik rata-rata lebih dari lima persen. Altcoin lain seperti ALT, REZ, dan SAGA bahkan terbang hingga 50 persen hanya dalam sehari.
Fenomena Short Squeeze dan Arus Bullish Pasar
Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menyebut fenomena ini sebagai 'short squeeze' klasik, ketika lonjakan harga memicu pembelian paksa dari trader yang sebelumnya bertaruh harga akan turun.
“Bagi investor kripto, momen ini menggarisbawahi pentingnya disiplin manajemen risiko dan tidak over-leverage, terutama saat tren bullish masih kuat, meskipun tanpa katalis besar dalam jangka pendek,” jelas Fahmi melalui catatannya kepada JawaPos.com.
Ia menekankan bahwa pasar futures memang bisa jadi alat lindung nilai, tapi juga sering digunakan untuk spekulasi agresif. Ketika banyak posisi short terlalu padat, lonjakan harga bisa menciptakan efek domino likuidasi.
Saat ini, open interest (jumlah kontrak aktif) di pasar Bitcoin futures naik USD 2 miliar dalam waktu hanya 4 jam, dan rasio long-short kini lebih condong ke posisi long (52 persen), menandakan optimisme investor terhadap kenaikan lanjutan.
Tapi euforia semacam ini, kata Fahmi, harus tetap diwaspadai karena bisa diikuti koreksi atau konsolidasi pasar.
Faktor Pendukung: The Fed, Institusi, dan Whale
Salah satu faktor yang ikut memperkuat sentimen bullish adalah sikap The Fed yang cenderung menahan suku bunga, tanpa tanda-tanda penurunan dalam waktu dekat. Selain itu, tren adopsi institusi terhadap Bitcoin makin menguat.
Strategi treasury Bitcoin dan minat dari investor besar di pasar modal AS, termasuk akumulasi dari para whale dan miner, disebut-sebut turut menopang harga.
“Bitcoin telah menunjukkan kekuatan permintaan yang sangat tinggi. Faktor-faktor ini berpotensi memperkuat harga dalam menghadapi fluktuasi pasar ke depan,” ujar Fahmi.
Di luar Bitcoin, aset altcoin juga menarik perhatian. Selain faktor teknikal yang menunjukkan valuasi saat ini masih relatif rendah, adanya potensi dukungan dari presiden Trump terhadap ETF kripto juga disebut-sebut bisa menjadi katalis kuat di kuartal IV mendatang.
Untuk digarisbawahi juga, harga aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Investor disarankan memahami profil risiko dan tidak menggunakan dana kebutuhan pokok dalam berinvestasi di pasar kripto.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
