Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 14.59 WIB

Harga Bitcoin Tembus USD 111 Ribu, Transaksi Kripto Kuartal I 2025 di Indonesia Capai Rp 109 Triliun

Ilustrasi Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bertepatan dengan semarak Bitcoin Pizza Day, harga aset Bitcoin berhasil tembus all time high (ATH) USD 111 ribu. Sebagai salah satu aset diversifikasi, Bitcoin buktikan ketahanannya setelah berhasil mengakhiri reli koreksi harga yang cukup panjang.

CEO Bittime, Ryan Lymn, Bitcoin berhasil bangkit setelah mengalami penekanan yang cukup dalam bulan lalu. Menurut dia, lonjakan harga Bitcoin ini merupakan pencapaian sekaligus pengingat perjalanan Bitcoin dalam 15 tahun terakhir. Pertumbuhan Bitcoin dalam 15 tahun terakhir juga turut menunjukkan bagaimana inovasi teknologi dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap aset diversifikasi.

Dia menambahkan, kenaikan harga Bitcoin hingga USD 111.000 tidak hanya mencerminkan optimisme pasar. Tetapi, juga dorongan dari adopsi institusional, regulasi yang semakin matang, dan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi blockchain.

Di Indonesia sendiri, tren investasi kripto terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi kripto nasional telah mencapai lebih dari Rp 109 triliun dalam kuartal pertama 2025.

Rekor kemarin sendiri menjadi lanjutan dari lonjakan pada 21 Mei. Saat itu, BTC diperdagangkan mendekati level USD 107 ribu. Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku menilai kenaikan harga ini dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi, arus investasi institusional, serta relatif tingginya optimisme para investor yang dapat dilihat dari beberapa indikator.

’’Masuknya investasi dari institusi besar seperti aset manager global memperkuat posisi Bitcoin di pasar. Data Coinglass dan The Block menunjukkan sepanjang bulan Mei ini hanya terdapat dua hari di mana aliran dana masuk neto ETF Bitcoin spot AS membukukan angka negatif, yakni pada tanggal 6 dan 13,’’ jelasnya.

Ekspektasi para pelaku pasar terhadap akan diturunkannya suku bunga The Fed juga turut menjadi faktor di balik tren positif Bitcoin saat ini. Data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan memicu spekulasi terhadap potensi penurunan suku bunga acuan. Diturunkannya suku bunga akan cenderung memperlemah nilai dolar AS dan mendorong investor mencari aset lindung nilai alternatif seperti Bitcoin, Ethereum, dan Emas.

Secara teknikal, pergerakan harga Bitcoin selama satu bulan terakhir memperlihatkan pola konsolidasi yang sehat. Setiap kali harga terkoreksi, aksi beli segera mendominasi. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas USD105 ribu. Sehingga, potensi menuju USD 120 ribu semakin terbuka. (bil)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore