Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 03.50 WIB

Transaksi Capai Rp 32,45 Triliun, Industri Kripto Indonesia Tingkatkan Keamanan Ekosistem

Ilustrasi prospek Bitcoin yang cerah karena terus bullish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi prospek Bitcoin yang cerah karena terus bullish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com - Industri kripto di Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan keamanan ekosistem mereka. Salah satunya, dengan menggandeng penyedia keamanan digital untuk mengamankan transaksi investor.

CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, pihaknya menjalin kemitraan strategis dengan VIDA untuk meningkatkan standar keamanan. Kerja sama ini diharapkan menyederhanakan proses verifikasi online bagi jutaan penggunanya di seluruh Indonesia.

"Tokocrypto akan memanfaatkan teknologi identitas digital dari VIDA. Sehingga, kami memperkuat sistem keamanan dan memastikan proses identifikasi pengguna berjalan secara akurat dan efisien," terangnya di Jakarta, Selasa (20/5).

Melalui integrasi solusi, lanjut dia, pengguna platform bisa menikmati proses online onboarding yang jauh lebih cepat dan lancar. Namun, tidak mengorbankan aspek keamanan. Teknologi yang ditawarkan menggabungkan metode seperti verifikasi biometrik liveness pengguna secara real-time serta pencocokan data.

Hal tersebut membuat pendaftaran dan verifikasi yang lebih singkat. Langkah ini sejalan dengan komitmen Tokocrypto untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang aman, mudah, dan inklusif dalam menjelajahi dunia aset kripto.

Founder dan Group CEO VIDA Niki Luhur mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan misi perseroan dalam membangun kepercayaan digital (digital trust) di Indonesia. "Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana teknologi kami dapat membantu platform digital. Bersama-sama, kami berkontribusi mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih aman dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum ASPAKRINDO-ABI Robby menjelaskan, transaksi investasi kripto di Indonesia mencapai Rp 32,45 triliun pada bulan Maret 2025 lalu. Angka ini relatif stabil dibandingkan Februari 2025 sebesar Rp 32,78 triliun. Sedangkan, jumlah investor kripto di Indonesia juga turut tumbuh dari 13,31 juta ke 13,71 juta investor.

Chief Compliance Officer (CCO) Reku itu menyebutkan bahwa tren yang ada menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto. "Walaupun pasar kripto sempat terkoreksi ringan Maret lalu, kami melihat bahwa masyarakat Indonesia mulai memposisikan aset kripto sebagai bagian dari portofolio jangka panjang mereka," ujarnya.

Robby juga menambahkan bahwa peningkatan partisipasi ini turut didukung oleh faktor edukasi dan kemudahan akses terhadap produk-produk kripto. Menurutnya, masyarakat bisa mulai berinvestasi kripto mulai dari Rp 10 ribu di platform investasi. Dengan modal yang terjangkau, investor pemula dan berpengalaman bisa mengalokasikan sebagian dari portofolio investasi mereka.

Lebih lanjut, Robby mengungkapkan bahwa ia optimis transaksi dan jumlah investor kripto di Indonesia akan terus meningkat. Hal tersebut seiring dengan Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar juga memperkuat sentimen positif. Menurut data CoinMarketCap pada Senin (19/5), harga Bitcoin terus naik dari USD 102.800 atau setara Rp 1,6 miliar dengan level tertinggi harian di USD 107 ribu.

"Kenaikan tersebut hanya terpaut kurang dari 3 persen dari All-Time-High (ATH) di USD 109.100 yang tercatat pada 20 Januari 2025. Harga yang mendekati ATH ini juga mencerminkan bahwa Bitcoin telah membangun kepercayaan sebagai penyimpan nilai jangka panjang atau safe haven," paparnya.

Namun, Robby menghimbau masyarakat terutama investor aset kripto pemula juga perlu mengingat bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko tersendiri. Karena itu, dia menyarankan investor menggunakan uang dingin untuk berinvestasi. Serta, pertimbangan yang bijak dan terukur sesuai tujuan investasi masing-masing.

Merujuk laporan dari Statista, jumlah investor kripto di Indonesia pada 2025 ini diproyeksikan dapat menembus 28,65 juta investor. Tahun lalu, Indonesia telah mencapai peringkat ke-12 dalam daftar negara dengan kepemilikan kripto terbesar di dunia. Berdasarkan laporan perusahaan penyedia layanan pembayaran digital yang berfokus pada kripto, Triple A, sebanyak 13,9 persen dari warga Indonesia kini telah memiliki aset kripto.

"Proyeksi Statista tersebut akan semakin menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara. Dengan kombinasi edukasi dan regulasi, kami optimis bahwa aset kripto akan terus menjadi bagian penting dari lanskap instrumen investasi," terangnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore