Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 23.44 WIB

Makin Banyak Orang Kepincut Bitcoin, Transaksi Kripto Capai Rp 32,45 Triliun

Kirgistan berencana menambah bitcoin dan BNB. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Kirgistan berencana menambah bitcoin dan BNB. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Transaksi investasi kripto di Indonesia mencapai Rp 32,45 triliun pada bulan Maret 2025 lalu. Angka ini relatif stabil dibandingkan Februari 2025 sebesar Rp 32,78 triliun. Pelaku industri pun merasa bahwa hal tersebut didorong optimisme investor terhadap aset digital seperti Bitcoin (BTC).

Ketua Umum ASPAKRINDO-ABI Robby menjelaskan, jumlah investor kripto di Indonesia juga turut tumbuh dari 13,31 juta ke 13,71 juta investor. Chief Compliance Officer (CCO) Reku itu menyebutkan bahwa tren yang ada menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto.

"Walaupun pasar kripto sempat terkoreksi ringan Maret lalu, kami melihat bahwa masyarakat Indonesia mulai memposisikan aset kripto sebagai bagian dari portofolio jangka panjang mereka," ujarnya kepada Jawa Pos, Senin (19/5).

Robby juga menambahkan bahwa peningkatan partisipasi ini turut didukung oleh faktor edukasi dan kemudahan akses terhadap produk-produk kripto. Menurutnya, masyarakat bisa mulai berinvestasi kripto mulai dari Rp 10 ribu di platform investasi. Dengan modal yang terjangkau, investor pemula dan berpengalaman bisa mengalokasikan sebagian dari portofolio investasi mereka.

Lebih lanjut, Robby mengungkapkan bahwa ia optimis transaksi dan jumlah investor kripto di Indonesia akan terus meningkat. Hal tersebut seiring dengan Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar juga memperkuat sentimen positif. Menurut data CoinMarketCap pada Senin (19/5), harga Bitcoin terus naik dari USD 102.800 atau setara Rp1,6 miliar dengan level tertinggi harian di USD 107 ribu.

"Kenaikan tersebut hanya terpaut kurang dari tiga persen dari All-Time-High (ATH) di USD 109.100 yang tercatat pada 20 Januari 2025. Harga yang mendekati ATH ini juga mencerminkan bahwa Bitcoin telah membangun kepercayaan sebagai penyimpan nilai jangka panjang atau safe haven," paparnya.

Namun, Robby menghimbau masyarakat terutama investor aset kripto pemula juga perlu mengingat bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko tersendiri. Karena itu, dia menyarankan investor menggunakan uang dingin untuk berinvestasi. Serta, pertimbangan yang bijak dan terukur sesuai tujuan investasi masing-masing.

Merujuk laporan dari Statista, jumlah investor kripto di Indonesia pada 2025 ini diproyeksikan dapat menembus 28,65 juta investor. Tahun lalu, Indonesia telah mencapai peringkat ke-12 dalam daftar negara dengan kepemilikan kripto terbesar di dunia. Berdasarkan laporan perusahaan penyedia layanan pembayaran digital yang berfokus pada kripto, Triple A, sebanyak 13,9 persen dari warga Indonesia kini telah memiliki aset kripto.

"Proyeksi Statista tersebut akan semakin menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara. Dengan kombinasi edukasi dan regulasi, kami optimis bahwa aset kripto akan terus menjadi bagian penting dari lanskap instrumen investasi," terangnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore