Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 16.43 WIB

Bitcoin Sabtu 26 April Tembus USD 95.000, Tapi Ancaman Perang Dagang Masih Jadi Risiko

Ilustrasi kebijakan Donald Trump berimbas pada naiknya harga aset kripto. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi kebijakan Donald Trump berimbas pada naiknya harga aset kripto. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Bitcoin terus menunjukkan tren kenaikan pada Jumat (25/4), mendekati level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Dikutip dari bitcoin.com, Sabtu (26/4), harga Bitcoin sempat menyentuh USD 95.768,39 atau sekitar Rp 1,56 miliar sebelum stabil di angka USD 95.318,24 atau Rp 1,55 miliar berdasarkan kurs Rp 16.400 per USD.

Kenaikan ini terjadi di tengah ketidakpastian global akibat kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski begitu, pasar, baik tradisional maupun kripto, masih mencatatkan kinerja positif dalam sepekan terakhir.

Sejumlah ekonom memperingatkan bahwa kebiasaan Trump membalikkan keputusan tarif di menit-menit terakhir bisa berdampak lebih buruk ketimbang pengumuman awalnya. Sikap yang berubah-ubah ini membuat pasar berada di zona abu-abu, penuh ketidakpastian tentang masa depan ekonomi dunia.

Salah satu indikator kekhawatiran itu adalah turunnya volume impor dari Tiongkok ke Pelabuhan Los Angeles, pelabuhan terbesar di Amerika Serikat. Estimasi menunjukkan adanya penurunan hingga 35 persen pasca Trump menetapkan tarif impor sebesar 145 persen terhadap barang-barang dari Tiongkok.

Namun untuk saat ini, pasar tampaknya masih bertahan. Bitcoin mencatatkan kenaikan 1,92 persen dalam 24 jam terakhir dan melonjak hingga 12,90 persen dalam sepekan terakhir. Ini menunjukkan bahwa momentum positif belum sepenuhnya pudar, meski bayang-bayang perang dagang tetap menjadi risiko.

Aktivitas perdagangan Bitcoin ikut mengalami lonjakan, dengan volume transaksi 24 jam terakhir mencapai USD 40,48 miliar atau sekitar Rp 663,8 triliun, naik 26,34 persen. Kapitalisasi pasar Bitcoin juga menguat menjadi USD 1,89 triliun atau sekitar Rp 31.000 triliun, dengan dominasi pasar Bitcoin naik tipis ke level 64,50 persen.

Di sisi derivatif, total nilai open interest untuk kontrak berjangka Bitcoin naik 5,45 persen menjadi USD 68,39 miliar atau sekitar Rp 1.120 triliun. Ini mengindikasikan adanya pertumbuhan minat spekulasi dari investor institusi maupun ritel terhadap pergerakan harga Bitcoin ke depan.

Sementara itu, total likuidasi Bitcoin dalam sehari terakhir relatif kecil yakni sebesar USD 2,10 juta atau sekitar Rp 34,4 miliar. Mayoritas likuidasi berasal dari posisi short (jual), yang menandakan banyak trader yang bertaruh harga Bitcoin akan turun justru harus menanggung kerugian akibat kenaikan harga ini.

Meski tren jangka pendek tetap kuat, banyak analis menilai bahwa volatilitas tetap harus diwaspadai. Dengan Trump menjadi faktor tak terduga di tengah tensi perdagangan global, Bitcoin dan pasar secara umum masih bisa bergerak liar dalam beberapa minggu ke depan.

Bagi investor, fase saat ini dianggap sebagai periode di mana konsolidasi bisa menjadi pijakan untuk rally berikutnya—asal ketidakpastian makro tidak memburuk lebih jauh.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore