Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 17.03 WIB

Bitcoin Tertahan di Rp 1,53 Miliar, Emas Kian Mendekati Rp 66 Juta per Troy Ons

Ilustrasi emas dan bitcoin yang harganya melonjak. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi emas dan bitcoin yang harganya melonjak. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Harga Bitcoin (BTC) terus menunjukkan ketahanan dengan bergerak stabil di kisaran USD 93.531 atau sekitar Rp 1,53 miliar (kurs Rp 16.400/USD), pada Kamis (25/4).

Sementara itu, harga emas terus merangkak naik, bahkan bank investasi JP Morgan memprediksi bisa menembus USD 4.000 per troy ounce atau sekitar Rp 65,6 juta per troy ons di tahun depan.

Kondisi ini menandakan semakin panasnya pertarungan antara dua aset utama yang sering disebut sebagai safe haven—tempat aman bagi investor saat pasar penuh ketidakpastian.

Bitcoin Konsolidasi Dekat Puncak Bitcoin saat ini mengalami fase konsolidasi, bergerak dalam rentang sempit USD 91.696 hingga USD 94.212 dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan mingguan mencapai 10,47 persen, menandakan tren positif masih berlangsung meski volume perdagangan harian turun drastis 41 persen menjadi USD 31,82 miliar (sekitar Rp 521 triliun).

Kapitalisasi pasar BTC kini menyentuh USD 1,85 triliun (sekitar Rp 30.340 triliun), dengan dominasi pasar sedikit menurun ke 64,32 persen. Ini menunjukkan adanya minat baru terhadap altcoin, meski BTC tetap menjadi penguasa pangsa pasar kripto.

Sementara itu, minat di pasar derivatif juga terlihat dari kenaikan 0,66 persen open interest untuk kontrak berjangka Bitcoin, menandakan masih ada posisi yang percaya harga bisa naik lebih tinggi.

Kerugian dari likuidasi pun minim, hanya USD 1,57 juta, dan mayoritas dialami oleh posisi jual (short) sebesar USD 1,55 juta—indikasi kuat bahwa pasar saat ini masih didominasi sentimen bullish.

Emas Semakin Dominan di Tengah Ketidakpastian Namun, perhatian pasar juga tertuju pada emas. Setelah mencetak rekor USD 3.500 per troy ons, harga emas masih bertahan di atas USD 3.300 dan terus mendapat dorongan dari kekhawatiran global, termasuk tarif dagang yang dilontarkan Presiden Donald Trump dan gejolak ekonomi Amerika Serikat.

Menurut JP Morgan, harga emas bisa mencapai USD 3.675 di akhir 2025 dan melampaui USD 4.000 (Rp 65,6 juta) pada pertengahan 2026. Di sisi lain, prediksi untuk Bitcoin pun tak kalah berani. Diproyeksikan bisa mencapai USD 200.000 (sekitar Rp 3,28 miliar) di akhir tahun ini.

Bitcoin dan Emas: Kawan atau Lawan?

Meskipun keduanya sering dibandingkan, data dari Newhedge menunjukkan bahwa korelasi antara Bitcoin dan emas saat ini ada di angka 0,49, cukup tinggi untuk dua aset yang dulunya dianggap berbeda dunia. Namun, dalam iklim makroekonomi yang tak menentu, korelasi ini diperkirakan akan semakin menguat.

Bitcoin, yang dulu dikenal sebagai uang digital, kini berperilaku layaknya emas digital—sama-sama diminati sebagai penyimpan nilai saat aset lain goyah. Apalagi, kripto ini menunjukkan tanda-tanda mulai lepas dari keterkaitannya dengan pasar saham (decoupling) dan lebih menonjol sebagai aset lindung nilai mandiri.

Duel Safe Haven Berlanjut Pertarungan antara Bitcoin dan emas tampaknya belum akan selesai dalam waktu dekat. Jika tekanan geopolitik, inflasi, dan ketidakpastian kebijakan moneter terus berlanjut, keduanya bisa jadi saling dorong dalam menarik arus investasi global.

Namun untuk saat ini, emas masih berada di puncak, sementara Bitcoin menunggu momen untuk melesat lebih jauh.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore