
Ilustrasi Cardano (ADA). (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Cardano (ADA) mencuri perhatian pasar kripto pada Selasa (15/4), setelah mencatatkan kenaikan harga sebesar 10 persen dalam tujuh hari terakhir. Kapitalisasi pasarnya kini mencapai Rp 377 triliun (USD 23 miliar), dengan volume transaksi harian mendekati Rp 11,4 triliun (USD 700 juta).
Lonjakan ini menghidupkan kembali optimisme investor, apalagi setelah munculnya tanda-tanda teknikal yang mengisyaratkan potensi breakout besar dalam waktu dekat. Salah satunya adalah formasi golden cross yang mulai terbentuk, serta lonjakan tajam indikator ADX yang mengukur kekuatan tren.
Indikator Average Directional Index (ADX) Cardano kini berada di level 25,97, naik signifikan dari 17,41 dalam dua hari terakhir. Secara teknikal, angka di atas 25 menandakan bahwa tren sedang menguat. Artinya, Cardano mungkin telah keluar dari fase konsolidasi yang datar dan bersiap untuk memasuki fase tren naik yang lebih jelas.
“Peningkatan ADX ini menunjukkan bahwa pergerakan harga ADA mulai memiliki arah yang lebih kuat,” ungkap laporan BeInCrypto, Selasa (15/4). Bila tren ini didukung oleh kenaikan volume dan indikator lain yang menguat, potensi bullish bisa terus berlanjut dalam waktu dekat.
Pergerakan investor besar atau yang biasa disebut whale juga mulai menunjukkan perubahan. Setelah sempat turun dari 2.418 alamat pada 6 April menjadi 2.384 alamat pada 12 April—level terendah sejak Februari 2023—jumlah dompet yang memegang antara 1 juta hingga 10 juta ADA meningkat menjadi 2.389.
Meskipun kenaikannya masih kecil, ini bisa menjadi sinyal awal dari akumulasi kembali oleh pemilik modal besar. Namun begitu, jumlah ini masih jauh lebih rendah dibandingkan pekan-pekan sebelumnya, yang menunjukkan bahwa keyakinan para whale belum sepenuhnya pulih.
Aktivitas whale penting karena mereka memiliki daya pengaruh besar terhadap harga, dan pergerakan mereka sering kali menjadi penentu arah pasar.
Indikator teknikal lainnya yang tengah diamati trader adalah potensi terbentuknya golden cross, yakni saat rata-rata pergerakan harga jangka pendek (seperti EMA 50) melintasi EMA jangka panjang (seperti EMA 200) dari bawah ke atas. Ini sering kali dianggap sebagai sinyal awal tren bullish.
Jika crossover ini terkonfirmasi dalam beberapa hari ke depan, harga ADA diperkirakan bisa menguji level resistensi di USD 0,709 atau setara dengan Rp 11.640 (kurs Rp 16.400 per USD). Jika tembus, target berikutnya berada di USD 0,77 atau Rp 12.628.
Namun, pergerakan harga masih berada dalam posisi yang rapuh. Saat ini, ADA diperdagangkan di atas dua support penting, yaitu USD 0,629 (Rp 10.316) dan USD 0,61 (Rp 10.004). Jika salah satu dari dua support ini jebol, skenario bullish bisa gagal terbentuk dan justru memicu tekanan jual baru.
Bila keduanya hilang, harga ADA bisa merosot kembali ke area USD 0,51 atau sekitar Rp 8.364.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
