
Ilustrasi koin kripto XRP. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga XRP saat ini bertahan di level USD 2,05 atau sekitar Rp 33.600, setelah sempat turun ke kisaran USD 1,97 (sekitar Rp 32.300) pada perdagangan terbaru. Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar USD 119 miliar atau sekitar Rp 1.952 triliun, menjadi level terendah sejak Sabtu (30/12/2024) dan Senin (10/3/2025).
Grafik per jam menunjukkan adanya upaya pemulihan dari level support USD 1,96 (Rp 32.140), meski volume perdagangan belum menunjukkan komitmen beli yang kuat.
Level USD 2,05 menjadi titik penolakan harga saat ini, mencerminkan resistensi jangka pendek yang cukup solid. Untuk trader jangka pendek, area USD 2,00 hingga USD 2,10 bisa menjadi target scalping, dengan stop loss ketat di bawah USD 1,96.
Sementara itu, grafik empat jam mengungkapkan struktur pasar yang masih cenderung bearish ke netral, setelah harga gagal menembus USD 2,10 pasca koreksi dari puncak USD 2,233 (Rp 36.670).
Penolakan-penolakan ini terjadi dengan volume yang terus menurun. Namun, pola pembalikan seperti bullish engulfing atau hammer yang terbentuk di kisaran USD 1,96–2,00, disertai volume yang meningkat, bisa menjadi sinyal awal perubahan arah.
Pada grafik harian, tren turun jangka panjang masih mendominasi, dengan pola lower highs dan lower lows sejak harga ditolak di level USD 2,999 (sekitar Rp 49.100). Level support signifikan berada di USD 1,90 (Rp 31.160), sementara resistensi kuat terletak di rentang USD 2,40–2,60 (Rp 39.400–Rp 42.600).
Volume juga memperkuat tren menurun: penurunan harga disertai volume besar, sementara kenaikan harga justru terjadi dengan volume kecil.
Indikator teknikal saat ini menunjukkan pasar sedang dalam kondisi tanpa arah jelas. Relative Strength Index (RSI) berada di 38,3, menandakan XRP berada di area oversold ringan.
Stochastic juga rendah di 14,4, dan Commodity Channel Index (CCI) minus 143,7—semuanya menandakan tekanan turun masih dominan, meski peluang rebound tetap terbuka. Momentum mencatat -0,40 namun memberikan sinyal beli, sementara MACD masih menunjukkan sinyal jual.
Rata-rata pergerakan (moving averages) memperkuat sentimen negatif. Semua EMA dan SMA jangka pendek hingga menengah (10–100 periode) masih mengindikasikan sinyal jual. Hanya EMA 200 (USD 1,945 atau Rp 31.900) dan SMA 200 (USD 1,817 atau Rp 29.800) yang memberikan sinyal beli, menunjukkan adanya dukungan jangka panjang.
Jika XRP mampu mempertahankan support di atas USD 1,96 dan membentuk pola pembalikan dengan volume meningkat, ada peluang untuk rebound menuju USD 2,20–2,40 (Rp 36.100–Rp 39.400).
Namun, selama harga belum mampu menembus USD 2,20 dan rata-rata pergerakan pendek masih menunjukkan sinyal jual, potensi tekanan ke bawah tetap tinggi. XRP bisa saja kembali menguji support USD 1,90 atau bahkan lebih rendah jika tekanan jual berlanjut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
