
Ilustrasi ethereum. (TokenPost)
JawaPos.com – Dunia keuangan tradisional dan teknologi blockchain kini bertemu dalam sejarah baru. Dua bank asal Amerika Serikat, Custodia Bank dan Vantage Bank, resmi meluncurkan stablecoin pertama yang didukung penuh oleh deposito dolar AS dari bank komersial dan berjalan di jaringan blockchain publik Ethereum.
Stablecoin tersebut bernama Avit, dan diumumkan pada Senin (25/3) waktu setempat. Dikutip dari CryptoSlate dan Bitcoin.com, proyek ini menandai pertama kalinya simpanan dolar AS dari bank resmi ditokenisasi secara legal dan digunakan dalam serangkaian transaksi nyata di Ethereum menggunakan standar ERC-20.
Dalam uji coba, delapan tahap transaksi berhasil dilakukan: mencetak (minting), mentransfer, hingga menebus kembali token Avit menjadi simpanan dolar.
Transaksi ini dilakukan oleh nasabah bisnis, termasuk pemindahan token ke dompet pribadi (self-custody), transaksi dengan pihak ketiga di luar sistem perbankan, hingga penukaran kembali ke dolar AS.
Yang membedakan Avit dari stablecoin lain adalah ia sepenuhnya beroperasi dalam kerangka perbankan yang diawasi regulator.
Jika stablecoin seperti USDT atau USDC kerap beroperasi di luar perimeter sistem keuangan tradisional, maka Avit justru memperlihatkan bahwa stablecoin bisa hadir dalam skema bank yang patuh hukum.
Custodia Bank, yang berbasis di Wyoming, bertanggung jawab atas penerbitan token, kustodian, pemantauan transaksi, dan rekonsiliasi melalui sistem manajemen Avit miliknya. Sementara itu, Vantage Bank dari Texas menyimpan cadangan fiat dan mengelola layanan penyelesaian seperti Fedwire dan ACH.
CEO Custodia, Caitlin Long, menyebut keberhasilan ini sebagai terobosan regulasi. “Kami membuktikan bahwa bank di AS bisa bekerja sama untuk mentokenisasi deposito dolar di blockchain terbuka (permissionless) dengan cara yang patuh regulasi,” katanya.
Ia juga menambahkan, “Dunia kripto mungkin mengambil wilayah regulasi, tapi dunia finansial tradisional (tradfi) adalah cerita utama di balik apa yang kami lakukan.”
Sementara itu, Presiden dan CEO Vantage Bank, Jeff Sinnott, menyebut momen ini sebagai titik balik. “Kami sedang merancang ulang lanskap keuangan dunia. Blockchain dan stablecoin bisa merevolusi sistem pembayaran lintas negara,” ujarnya.
Teknologi Avit sendiri dilindungi oleh paten milik Custodia yang disahkan pada 2022, menjadikannya blueprint untuk tokenisasi simpanan bank di platform smart contract publik seperti Ethereum.
Dengan fitur dapat diprogram (programmable), biaya rendah, waktu penyelesaian cepat, dan dapat diaudit secara transparan, stablecoin Avit membuka jalan bagi sistem pembayaran berbasis dolar AS yang modern namun tetap mengedepankan pengawasan regulator.
Di saat permintaan global terhadap dolar digital terus meningkat, peluncuran ini bisa jadi fondasi menuju sistem pembayaran real-time yang patuh hukum dan siap untuk masa depan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
