Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 16.20 WIB

Meski Rebound, Harga Bitcoin Terancam Turun ke Rp 1,296 Miliar Jika Gagal Breakout

 

Ilustrasi bitcoin. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

JawaPos.com – Bitcoin (BTC) bisa tertahan di zona resistensi USD 83.000 – USD 84.000 (Rp 1,348 miliar – Rp 1,364 miliar) di tengah tekanan bearish yang terus meningkat.

Sentimen pasar masih dibayangi oleh ketidakpastian makroekonomi dan kebijakan agresif Presiden AS Donald Trump, yang memicu volatilitas di pasar kripto dan saham.

Menurut analis kripto Jelle, Bitcoin saat ini berada dalam "zona keseimbangan baru", di mana bears tidak bisa menekan harga lebih rendah, tetapi bulls juga kesulitan untuk mendorong breakout ke atas.

Meskipun pasar masih penuh ketidakpastian, pertemuan Federal Reserve dan keputusan suku bunga hari ini bisa menjadi faktor penentu arah pergerakan BTC.

Jika The Fed mengadopsi sikap dovish dan mengindikasikan suku bunga yang lebih longgar, Bitcoin berpotensi menembus USD 85.000 (Rp 1,377 miliar) dan mendapatkan momentum bullish menuju USD 90.000 (Rp 1,458 miliar).

Namun, jika The Fed mempertahankan kebijakan hawkish, BTC bisa kembali turun ke USD 80.000 (Rp 1,296 miliar) atau bahkan lebih rendah ke zona USD 76.000 – USD 78.000 (Rp 1,231 miliar – Rp 1,263 miliar).

Saat ini, pasar masih dalam mode "wait and see," menunggu petunjuk ekonomi dari Federal Reserve sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Secara teknikal, Bitcoin masih diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA 200) dan exponential moving average (EMA), menunjukkan bahwa tekanan bearish masih mendominasi.

Level USD 86.000 (Rp 1,393 miliar) menjadi resistensi kunci, yang harus ditembus agar BTC bisa keluar dari tren bearish saat ini. Jika gagal, BTC bisa kembali jatuh ke bawah USD 80.000 (Rp 1,296 miliar), yang bisa memicu aksi jual panik di pasar.

Bitcoin saat ini masih dalam kondisi konsolidasi tanpa arah yang jelas. Katalis utama yang bisa memicu breakout atau breakdown adalah keputusan suku bunga The Fed dan kebijakan ekonomi AS.

Dalam kondisi pasar yang masih volatil, investor dan trader perlu memonitor pernyataan The Fed dan data ekonomi terbaru sebelum mengambil keputusan besar di pasar Bitcoin.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore