
Gedung Goldman Sachs. (ESG News)
JawaPos.com – Goldman Sachs, bank investasi terbesar kedua di dunia, untuk pertama kalinya mengakui peran kripto dalam laporan tahunan pemegang sahamnya.
Hal ini menandai perubahan besar dalam sikap Wall Street terhadap aset digital yang sebelumnya diabaikan.
Dikutip dari The Block, dalam laporan tahunannya, Goldman Sachs menyebut bahwa pertumbuhan perdagangan elektronik dan teknologi keuangan baru, termasuk blockchain, kripto, dan AI, telah meningkatkan persaingan di pasar keuangan.
Namun, bank ini juga menyoroti risiko yang melekat pada teknologi blockchain, seperti volatilitas pasar dan potensi ancaman siber.
"Meskipun cakupan dan aplikasi teknologi blockchain semakin berkembang, teknologi ini masih dalam tahap awal dan bisa rentan terhadap serangan siber atau kelemahan lainnya," tulis Goldman Sachs dalam laporannya.
Meskipun CEO David Solomon masih skeptis terhadap Bitcoin, bank ini justru meningkatkan investasinya di Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin.
Data per 31 Desember 2024 menunjukkan bahwa Goldman Sachs telah menambah kepemilikan di ETF Bitcoin BlackRock (IBIT) sebesar 88%, kini memiliki USD 1,27 miliar (24,07 juta saham).
Selain itu, juga meningkatkan kepemilikan di ETF Bitcoin Fidelity (FBTC) sebesar 105%, dengan total investasi USD 288 juta (3,5 juta saham).
Meskipun secara terbuka menyebut Bitcoin sebagai aset spekulatif, tindakan Goldman Sachs menunjukkan bahwa mereka tetap melihat peluang dalam aset ini, terutama melalui instrumen investasi yang lebih teregulasi seperti ETF.
CEO Goldman Sachs, David Solomon, tetap menunjukkan sikap hati-hati terhadap Bitcoin. Dalam berbagai kesempatan, ia menyatakan bahwa Bitcoin tidak memiliki use case yang jelas, tetapi bisa berfungsi sebagai penyimpan nilai (store of value), mirip dengan emas.
Namun, dalam wawancara terbaru, Solomon juga mengisyaratkan bahwa jika regulasi di AS berubah, Goldman Sachs bisa lebih dalam terlibat dalam Bitcoin dan Ethereum.
Dengan pergeseran sikap ini, apakah lebih banyak bank besar akan mengikuti langkah Goldman Sachs? Atau ini hanya strategi sementara di tengah tren kripto yang berkembang? Waktu yang akan menjawab.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
