Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Maret 2025 | 09.45 WIB

Goldman Sachs Akui Peran Kripto, Tapi Tetap Sebut Bitcoin Hanya Spekulasi

Gedung Goldman Sachs. (ESG News) - Image

Gedung Goldman Sachs. (ESG News)

JawaPos.com – Goldman Sachs, bank investasi terbesar kedua di dunia, untuk pertama kalinya mengakui peran kripto dalam laporan tahunan pemegang sahamnya.

Hal ini menandai perubahan besar dalam sikap Wall Street terhadap aset digital yang sebelumnya diabaikan.

Dikutip dari The Block, dalam laporan tahunannya, Goldman Sachs menyebut bahwa pertumbuhan perdagangan elektronik dan teknologi keuangan baru, termasuk blockchain, kripto, dan AI, telah meningkatkan persaingan di pasar keuangan.

Namun, bank ini juga menyoroti risiko yang melekat pada teknologi blockchain, seperti volatilitas pasar dan potensi ancaman siber.

"Meskipun cakupan dan aplikasi teknologi blockchain semakin berkembang, teknologi ini masih dalam tahap awal dan bisa rentan terhadap serangan siber atau kelemahan lainnya," tulis Goldman Sachs dalam laporannya.

Meskipun CEO David Solomon masih skeptis terhadap Bitcoin, bank ini justru meningkatkan investasinya di Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin.

Data per 31 Desember 2024 menunjukkan bahwa Goldman Sachs telah menambah kepemilikan di ETF Bitcoin BlackRock (IBIT) sebesar 88%, kini memiliki USD 1,27 miliar (24,07 juta saham).

Selain itu, juga meningkatkan kepemilikan di ETF Bitcoin Fidelity (FBTC) sebesar 105%, dengan total investasi USD 288 juta (3,5 juta saham).

Meskipun secara terbuka menyebut Bitcoin sebagai aset spekulatif, tindakan Goldman Sachs menunjukkan bahwa mereka tetap melihat peluang dalam aset ini, terutama melalui instrumen investasi yang lebih teregulasi seperti ETF.

CEO Goldman Sachs, David Solomon, tetap menunjukkan sikap hati-hati terhadap Bitcoin. Dalam berbagai kesempatan, ia menyatakan bahwa Bitcoin tidak memiliki use case yang jelas, tetapi bisa berfungsi sebagai penyimpan nilai (store of value), mirip dengan emas.

Namun, dalam wawancara terbaru, Solomon juga mengisyaratkan bahwa jika regulasi di AS berubah, Goldman Sachs bisa lebih dalam terlibat dalam Bitcoin dan Ethereum.

Dengan pergeseran sikap ini, apakah lebih banyak bank besar akan mengikuti langkah Goldman Sachs? Atau ini hanya strategi sementara di tengah tren kripto yang berkembang? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore