Ilustrasi kripto. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pasokan stablecoin terus meningkat, menembus USD 219 miliar atau sekitar Rp 3.545 triliun, menandakan bahwa pasar kripto masih berada di tengah bull cycle, bukan di puncaknya.
Dikutip dari Cointelegraph, data dari IntoTheBlock menunjukkan bahwa stablecoin supply biasanya mencapai puncaknya saat pasar kripto berada di titik tertinggi, seperti yang terjadi pada April 2022 ketika pasokan stablecoin menyentuh USD 187 miliar sebelum bear market dimulai.
Kini, dengan angka yang terus meningkat, pasar masih memiliki ruang untuk reli lebih lanjut, terutama dengan masuknya dana baru melalui stablecoin yang menjadi jembatan utama antara fiat dan kripto.
Meski pasokan stablecoin meningkat, harga Ethereum (ETH) masih mengalami tekanan, turun 52% dalam tiga bulan terakhir dari puncaknya di USD 4.100 pada Desember 2024.
Saat ini, ETH berada di USD 1.929 atau sekitar Rp 31,3 juta, dengan potensi turun di bawah USD 1.900 jika tidak ada dorongan beli yang signifikan.
Di sisi lain, Bitcoin masih terjebak dalam pola sideways di kisaran USD 84.000. Para trader kini mengalihkan perhatian ke pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Selasa (19/3), yang akan memberikan gambaran terkait kebijakan suku bunga AS.
Menurut Stella Zlatareva, analis dari Nexo, pergerakan Bitcoin yang mirip dengan indeks S&P 500 menunjukkan bahwa investor masih menunggu kejelasan ekonomi sebelum mengambil posisi lebih besar di pasar kripto.
Sementara itu, data dari CME Group’s FedWatch Tool menunjukkan 98% kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga, meskipun ada indikasi pelemahan ekonomi dari data Producer Price Index (PPI) dan klaim pengangguran awal di AS.
Terlepas dari volatilitas jangka pendek, VanEck tetap optimis terhadap pasar kripto di 2025, dengan prediksi bahwa Bitcoin bisa mencapai USD 180.000 (Rp 2,9 miliar) pada siklus ini. Sedangkan Ethereum, berpotensi naik ke USD 6.000 (Rp 97,2 juta) sebelum siklus bull run berakhir.
Dengan meningkatnya pasokan stablecoin dan potensi pemangkasan suku bunga AS, investor masih memiliki alasan untuk tetap optimis terhadap pergerakan kripto di tahun ini.
Namun, akankah momentum bullish terus berlanjut, atau pasar masih akan mengalami koreksi lebih lanjut? Semua mata kini tertuju pada keputusan The Fed minggu depan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
