
Ilustrasi bullish pada harga bitcoin. (Dhimas Ginanjar/AI)
JawaPos.com – Harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di kisaran USD 84.222 atau sekitar Rp 1,36 miliar, dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 1,67 triliun. Namun, tren pergerakan harga masih menunjukkan konsolidasi di tengah indikator teknikal yang beragam.
Dikutip dari Bitcoin.com, BTC sempat menyentuh level tertinggi USD 85.294, tetapi mengalami koreksi setelahnya. Saat ini, support utama berada di USD 83.500 (Rp 1,35 miliar), sementara resistensi kuat ada di USD 85.609 (Rp 1,38 miliar).
Jika Bitcoin gagal mempertahankan level support di USD 82.000 – USD 83.000, ada kemungkinan harga akan turun lebih dalam ke USD 80.000 (Rp 1,3 miliar) atau bahkan menguji kembali USD 76.600 (Rp 1,24 miliar).
Sebaliknya, jika BTC mampu menembus USD 85.609, potensi reli ke USD 88.392 – USD 91.176 (Rp 1,44 miliar) semakin terbuka.
Pada grafik 4 jam, BTC berhasil rebound dari titik terendah USD 76.600, tetapi volume perdagangan yang menurun mengindikasikan bahwa bullish momentum masih lemah.
Jika Bitcoin kembali turun ke USD 82.000 – USD 83.000 dan menemukan dorongan beli yang kuat, ini bisa menjadi titik masuk yang baik bagi investor yang mencari peluang jangka pendek.
Di sisi lain, pada grafik harian, Bitcoin sedang dalam fase konsolidasi setelah mengalami penurunan dari level tertinggi USD 100.185 (Rp 1,62 miliar). Level USD 90.000 (Rp 1,46 miliar) menjadi resistensi kunci untuk mengonfirmasi pemulihan jangka panjang.
Beberapa indikator teknikal menunjukkan kurangnya momentum yang jelas untuk Bitcoin saat ini:
Sementara itu, indikator Fibonacci retracement menunjukkan bahwa USD 85.609 adalah level kunci untuk konfirmasi breakout, sedangkan USD 82.166 menjadi support minor sebelum BTC menguji kembali USD 80.000.
Lantas, apa skenario Bitcoin akan bullish? Bisa terjadi jika BTC mampu bertahan di atas USD 83.000 – USD 84.000, ada peluang untuk menembus USD 85.609.
Jika breakout terjadi, BTC bisa naik menuju USD 88.392 – USD 91.176 (Rp 1,44 – 1,48 miliar). Penutupan di atas USD 90.000 akan mengonfirmasi pergerakan bullish yang lebih kuat, dengan target berikutnya di USD 95.138 (Rp 1,54 miliar).
Sedangkan skenario bearish, akan terjadi jika BTC turun di bawah USD 82.000, risiko turun ke USD 80.000 – USD 76.600 semakin besar.
Jika USD 76.600 tidak bertahan, kemungkinan koreksi lebih dalam bisa terjadi. Volume perdagangan yang menurun menjadi sinyal bahwa bull masih ragu-ragu untuk mendorong harga lebih tinggi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
