Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Maret 2025 | 19.45 WIB

Bitcoin Bangkit ke Rp 1,33 Miliar! Apakah Koreksi Sudah Berakhir?

Ilustrasi trading bitcoin (Istimewa).

JawaPos.com – Bitcoin (BTC) akhirnya pulih dari tekanan pasar dan berhasil naik kembali ke USD 82.598 (Rp 1,33 miliar) setelah sempat anjlok ke USD 76.700 (Rp 1,24 miliar).

Lonjakan harga ini membawa optimisme di pasar kripto setelah seminggu mengalami tekanan besar akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi global.

Namun, analis memperingatkan bahwa ini bukan pemulihan penuh, melainkan hanya koreksi atas sentimen negatif yang berlebihan.

Pantauan JawaPos.com pagi ini, harga Bitcoin (BTC) naik 4,3% ke USD 82.598 (Rp 1,33 miliar). Ethereum (ETH) menguat 2,2% ke USD 1.897 (Rp 30,7 juta). XRP melonjak 8,3% ke USD 2,2. Solana (SOL) naik 3,8% ke USD 124,19. Hingga Dogecoin (DOGE) meroket 6,9% ke USD 0,16.

Menurut Presto Research, reli ini masih dianggap sebagai pemulihan kecil setelah kejatuhan pasar yang tajam.

"Pasar kripto sedang pulih, tetapi ini lebih seperti rebound kecil setelah crash kemarin. Tidak ada berita besar yang benar-benar mendorong lonjakan ini." – Min Jung, Analis Presto Research

Pemulihan Bitcoin dan pasar kripto didorong oleh beberapa faktor. Misalnya, Trump Membatalkan Kenaikan Tarif 50% untuk Baja dan Aluminium Kanada.

Lalu, Ukraina Setuju Gencatan Senjata 30 Hari, Trump Siap Bicara dengan Putin. Senator Cynthia Lummis Kembali Ajukan RUU Cadangan Bitcoin AS. Terakhir, Investor Menunggu Data Inflasi CPI yang Dirilis Hari Ini.

Pelemahan dolar AS juga menjadi faktor yang membantu kenaikan Bitcoin, karena investor kembali masuk ke aset berisiko setelah kejatuhan tajam di pasar saham.

Apakah Bitcoin Akan Kembali Bullish?

Analis dari LVRG Research memperingatkan bahwa pemulihan ini belum tentu berarti Bitcoin kembali bullish.

"Bitcoin dan kripto memang menemukan titik pemulihan, tetapi ini hanya koreksi dari sentimen pasar yang terlalu negatif kemarin,'' kata Nick Ruck, Direktur Riset LVRG

Beberapa faktor kunci yang masih membayangi pasar misalnya data inflasi CPI yang akan dirilis hari ini bisa memengaruhi keputusan suku bunga The Fed.

Lalu, rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 19 Maret akan menentukan arah kebijakan moneter AS. Terakhir, volatilitas tetap tinggi akibat kebijakan tarif Trump dan ketidakpastian ekonomi global.

Menurut CME Group's FedWatch Tool, saat ini ada 96% kemungkinan bahwa suku bunga akan tetap di 4,25% - 4,50%.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore