Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 00.32 WIB

Gagal Senangkan Investor, Altcoin XRP, ADA, dan SOL Ambruk Usai KTT Kripto

 

Ilustrasi Bitcoin. (Pintu)

JawaPos.com – Ekspektasi tinggi terhadap kebijakan pro-kripto Presiden Donald Trump berujung antiklimaks bagi para investor.

KTT Kripto Gedung Putih (Crypto Summit 2025) yang digelar Jumat lalu gagal menghadirkan gebrakan besar seperti yang diharapkan pasar. Dampaknya, altcoin utama seperti XRP, Cardano (ADA), dan Solana (SOL) anjlok lebih dalam dibanding Bitcoin (BTC).

Sebelum KTT ini, para investor berharap bahwa Trump akan mengumumkan strategi besar terkait cadangan kripto nasional, yang mencakup BTC, ETH, XRP, SOL, dan ADA.

Namun, pertemuan tersebut justru menghasilkan keputusan yang lebih sederhana, pembuatan regulasi stablecoin sebelum Agustus serta janji untuk mengurangi hambatan regulasi bagi industri kripto.

Keputusan ini dinilai kurang menggairahkan pasar, membuat altcoin kehilangan momentum kenaikan mereka.

Dilansir dari CoinDesk, harga XRP merosot 3,5% dalam 24 jam terakhir ke USD 2,4 (sekitar Rp 38.880), turun dari puncak USD 2,98 pada awal pekan—menandai penurunan hampir 20% sejak pengumuman awal Trump terkait cadangan kripto. ADA bahkan turun lebih dalam hingga 5%, sementara SOL tergerus 4% ke USD 138 (sekitar Rp 2,23 juta).

Di sisi lain, Bitcoin tetap lebih stabil dibanding altcoin lainnya. Meski turun 2,5% dalam sehari, BTC masih bertahan di level USD 86.000 (sekitar Rp 1,39 miliar), menunjukkan ketahanan lebih kuat dibanding altcoin yang mengalami "darah" lebih besar.

Trump: “Jangan Jual Bitcoin!”

Dalam pernyataan yang menarik perhatian, Trump menyebut bahwa pemerintah AS telah melakukan tindakan "bodoh" dengan menjual terlalu banyak Bitcoin hasil sitaan.

Ia menekankan bahwa AS harus memegang BTC sebagai aset strategis, bahkan secara informal menyebut kebijakan baru ini dengan aturan “never sell your Bitcoin” atau “jangan pernah menjual Bitcoin.”

Kebijakan ini semakin memperkuat posisi Bitcoin sebagai "emas digital", yang tidak hanya diprioritaskan AS sebagai cadangan nasional, tetapi juga bisa menjadi contoh bagi negara lain dalam menyusun kebijakan kripto mereka.

Ketua KTT Kripto Gedung Putih, David Sacks, sebelumnya menyebut acara ini sebagai pertemuan penting yang akan mempertegas arah kebijakan AS terhadap industri aset digital.

Namun, kekecewaan muncul setelah klarifikasi bahwa Trump hanya menggunakan lima aset kripto (BTC, ETH, XRP, SOL, ADA) sebagai ilustrasi, bukan sebagai komitmen resmi dalam strategi cadangan kripto nasional. Pernyataan ini membuat euforia pasar yang sempat terjadi sejak pengumuman awal langsung meredup.

Vincent Chok, CEO First Digital, mengungkapkan kepada CoinDesk bahwa keputusan AS untuk memprioritaskan Bitcoin sebagai aset cadangan akan menjadi preseden global. “Kebijakan ini tidak hanya menguatkan status Bitcoin sebagai emas digital, tetapi juga bisa mempercepat regulasi dan adopsi institusional di seluruh dunia,” katanya.

Menurut Chok, langkah AS ini bisa mendorong negara-negara lain untuk membentuk cadangan kripto nasional mereka sendiri. Selain itu, kepercayaan pemerintah terhadap Bitcoin dapat menarik lebih banyak institusi ke dunia blockchain, meningkatkan partisipasi, likuiditas DeFi, dan memperluas minat terhadap aset digital lain seperti stablecoin.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore