Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 00.17 WIB

Trump Jadikan Bitcoin Sebagai Cadangan Khusus AS, Senator Pro Kripto: Ini Baru Permulaan

 

Senator AS yang pro Bitcoin Cynthia Lummis. (Cynthia Lummis)

JawaPos.com – Bitcoin semakin mengukuhkan dominasinya setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkannya sebagai aset cadangan strategis Amerika Serikat, Kamis (6/3).

Langkah ini disambut baik oleh para pendukung kripto, termasuk Senator AS Cynthia Lummis, yang menyebutnya sebagai langkah bersejarah bagi masa depan keuangan negara.

Dalam unggahan di platform X pada 6 Maret 2025, Lummis menegaskan bahwa keputusan ini adalah awal dari perubahan besar dalam kebijakan finansial AS.

“This is only the Beginning (ini baru permulaan, red),” tulisnya. Itu menegaskan bagaimana Bitcoin kini memiliki posisi khusus yang membedakannya dari altcoin lainnya.

Menurut perintah eksekutif yang ditandatangani Trump, Bitcoin yang diperoleh melalui penyitaan aset kriminal dan perdata akan diperlakukan sebagai cadangan nasional dan tidak akan dijual oleh pemerintah AS.

Sementara itu, altcoin seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Ripple (XRP) hanya akan dimasukkan ke dalam stockpile digital, sebuah kategori terpisah yang dikelola oleh Departemen Keuangan AS.

Dilansir dari Bitcoin.com, perintah eksekutif ini juga menginstruksikan Sekretaris Keuangan dan Perdagangan untuk menyusun strategi anggaran yang memungkinkan pemerintah mengakuisisi lebih banyak Bitcoin tanpa membebani pajak rakyat.

Lummis, yang dikenal sebagai pendukung setia Bitcoin, menekankan bahwa kebijakan ini akan membantu AS mengatasi utang nasional sekaligus mengamankan posisinya sebagai pemimpin inovasi keuangan global.

“Keputusan ini akan dikenang sebagai momen di mana kita merebut kembali masa depan finansial kita,” tegasnya.

Gedung Putih Ingin AS Jadi Pemimpin Kripto Global

Kebijakan baru ini sejalan dengan ambisi Trump untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai pemimpin global dalam industri kripto. Dalam lembar fakta resmi yang dirilis Gedung Putih, disebutkan bahwa “penjualan Bitcoin yang terburu-buru telah merugikan pembayar pajak AS lebih dari USD 17 miliar (sekitar Rp 275,4 triliun),” yang menjadi dasar utama pembentukan cadangan khusus Bitcoin.

Trump sendiri telah berulang kali menyuarakan dukungannya terhadap aset digital. "Saya sangat positif dan terbuka terhadap perusahaan kripto serta semua hal yang berkaitan dengan industri ini," ujarnya. Pemerintahannya juga telah menunjuk seorang crypto czar dan berencana mengadakan KTT Kripto Gedung Putih pertama dalam sejarah AS.

Selain itu, Texas menjadi negara bagian pertama yang mengadopsi langkah serupa dengan membentuk Bitcoin Reserve sendiri. Lebih dari 20 negara bagian lainnya kini mempertimbangkan kebijakan serupa, sebagaimana dilaporkan oleh Jesse Hamilton dari CoinDesk.

Di sisi lain, perkembangan Bitcoin juga semakin luas dalam ekosistem keuangan. Lombard Finance baru saja meluncurkan LBTC, token berbasis Bitcoin yang memungkinkan staking likuid di blockchain Sui. Langkah ini semakin memperkuat peran Bitcoin dalam pasar kripto, sebagaimana dilaporkan oleh Francisco Rodrigues dari CoinDesk.

 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore