JawaPos Radar | Iklan Jitu

Mengenal 2 Jenis Obat Pengencer Darah yang Harus Diminum Pasien Stroke

23 September 2018, 17:10:59 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
penyakit stroke, obat stroke, obat pengencer darah,
Ilustrasi obat pengencer darah. (stroke center.)
Share this

JawaPos.com - Untuk mencegah serangan stroke berulang, dokter biasanya memberikan obat pengencer darah. Obat pengencer darah diberikan pada pasien stroke dengan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol serta gangguan irama jantung.

"Kerusakan pembuluh darahnya harus dijaga dengan obat pengencer darah. Jadi obat pengencer darah tetap harus diminun. Tujuannya jangan sampai ada kerusakan pembuluh darah berlanjut," tegas Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S(K) dalam diskusi paparan hasil studi XANAP terkait pasien stroke dan gangguan irama jantung baru-baru ini.

Menurur dr. Kurniawan obat pengencer darah terbagi dua yakni obat antikoagulan dan antiplatelet. Antiplatelet diberikan pada pasien stroke yang bukan dengan gangguan irama jantung, misalnya ada hipertensi atau diabetes dan kolesterol. Sedangkan antikoagulan diberikan pada pasien stroke dengan gangguan irama jantung.

"Antiplatelet punya potensi merusak lambung, asam sifatnya. Tapi sekarang ada teknologi yang melapisi zat agar tak merusak lambung. Atau cara minumnya, diminum setelah makan," papar dr. Kurniawan.

Namun begitu pasien disertai gangguan irama jantung, sebaiknya diberikan antikoagulan. Sebab jika diberikan antiplatelet tak akan efektif.

"Seperti obat Clopidogrel itu antiplatelet. Pada pasien bukan gangguan irama jantung biasanya diberikan. Tetapi pada pasien dengan gangguan irama jantung, kalau dikasih Clopidogrel tak tepat. Terus terang dokter di Asia enggan berikan antikoagulan pada pasien tetapi dikasihnya antiplatelet karena perdarahan lebih ringan. Sayangnya tak efektif atau tak tepat," papar dr. Kurniawan.

Dia menegaskan obat pengencer darah baik antiplatelet dan antikoagulan direkomendasikan agar diminum pasien seumur hidup. Begitu pula dengan obat jantung dan darah tinggi. Sedangkan obat kolesterol, ketika kolesterol sudah turun maka tak usah diminum lagi.

Amankah jika minum obat pengencer darah terus menerus?

Menurutnya, pengencer darah berguna untuk mencegah kerusakan pembuluh darah lanjutan. Jika kaitannya bisa merusak ginjal, kata dia, kerusakan ginjal itu disebabkan kerusakan pembuluh darah ginjal.

"Jadi kalau enggak berikan obat pengencer darah untuk melindungi pembuluh darah, bisa jadi nanti pembuluh darah ginjalnya juga rusak. Maka pengencer darah sebaiknya diminum seumur hidup," ujarnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up