
Ilustrasi obat pengencer darah.
JawaPos.com - Untuk mencegah serangan stroke berulang, dokter biasanya memberikan obat pengencer darah. Obat pengencer darah diberikan pada pasien stroke dengan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol serta gangguan irama jantung.
"Kerusakan pembuluh darahnya harus dijaga dengan obat pengencer darah. Jadi obat pengencer darah tetap harus diminun. Tujuannya jangan sampai ada kerusakan pembuluh darah berlanjut," tegas Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S(K) dalam diskusi paparan hasil studi XANAP terkait pasien stroke dan gangguan irama jantung baru-baru ini.
Menurur dr. Kurniawan obat pengencer darah terbagi dua yakni obat antikoagulan dan antiplatelet. Antiplatelet diberikan pada pasien stroke yang bukan dengan gangguan irama jantung, misalnya ada hipertensi atau diabetes dan kolesterol. Sedangkan antikoagulan diberikan pada pasien stroke dengan gangguan irama jantung.
"Antiplatelet punya potensi merusak lambung, asam sifatnya. Tapi sekarang ada teknologi yang melapisi zat agar tak merusak lambung. Atau cara minumnya, diminum setelah makan," papar dr. Kurniawan.
Namun begitu pasien disertai gangguan irama jantung, sebaiknya diberikan antikoagulan. Sebab jika diberikan antiplatelet tak akan efektif.
"Seperti obat Clopidogrel itu antiplatelet. Pada pasien bukan gangguan irama jantung biasanya diberikan. Tetapi pada pasien dengan gangguan irama jantung, kalau dikasih Clopidogrel tak tepat. Terus terang dokter di Asia enggan berikan antikoagulan pada pasien tetapi dikasihnya antiplatelet karena perdarahan lebih ringan. Sayangnya tak efektif atau tak tepat," papar dr. Kurniawan.
Dia menegaskan obat pengencer darah baik antiplatelet dan antikoagulan direkomendasikan agar diminum pasien seumur hidup. Begitu pula dengan obat jantung dan darah tinggi. Sedangkan obat kolesterol, ketika kolesterol sudah turun maka tak usah diminum lagi.
Amankah jika minum obat pengencer darah terus menerus?
Menurutnya, pengencer darah berguna untuk mencegah kerusakan pembuluh darah lanjutan. Jika kaitannya bisa merusak ginjal, kata dia, kerusakan ginjal itu disebabkan kerusakan pembuluh darah ginjal.
"Jadi kalau enggak berikan obat pengencer darah untuk melindungi pembuluh darah, bisa jadi nanti pembuluh darah ginjalnya juga rusak. Maka pengencer darah sebaiknya diminum seumur hidup," ujarnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
