
Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S(K) dalam diskusi paparan hasil studi XANAP bagi pasien dengan gangguan irama jantung di Indonesia.
JawaPos.com - Masyarakat tak semuanya mengenal apa itu penyakit stroke dan bahayanya. Karena tak tahu gejala serangannya, maka pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit sesaat setelah serangan. Ada juga sebagian maayarakat yang menganggap enteng dengan menyebut istilah stroke ringan.
Stroke terbagi dua. Ada yang dikenal dengan istilah stroke sumbatan atau iskemik. Dan juga ada stroke pecah pembuluh darah. Untuk menentukan pasien terkena stroke dan memastikan terkena stroke jenis apa, wajib menggunakan alat yang dinamakan CT Scan atau MRI.
"Begitu ada kejadian stroke saat pasien bicara pelo, mulut miring, tubuh lemas atau lumpuh dan lainnya, jangan bilang ringan atau tidak. Langsung bawa saja ke rumah sakit," tegas Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S(K) dalam diskusi paparan hasil studi XANAP terkait pasien stroke dan gangguan irama jantung baru-baru ini.
Menurutnya, stroke bisa saja terlihat ringan di awal namun ketika didiamkan, justru bisa lumpuh separuh badan. Akibatnya bisa menyebabkan kecacatan dan kematian.
"Bisa saja awalnya ringan, tapi didiamkan bisa lumpuh separuh badan dan enggak sadar pasiennya. Yang menetapkan ringan apa enggak adalah nanti oleh dokter. Setelah pulang perawatan," papar dr. Kurniawan.
Menurutnya, jangan pernah menyebut stroke itu ringan di awal serangan. Sebab stroke adalah gawat darurat yang harus cepat ditangani berpacu dengan waktu emas 4,5 jam.
"Di awal jangan bilang stroke itu ringan. Sttoke itu emergency. Kita punya skoringnya namanya score stroke. Mulai dari motorik, sensorik, saraf wajah, saat masuk berapa dan saat pulang berapa. Jika kurang dari 5 itu ringan, 5-14 sedang, lebih dari 14 itu berat," ujarnya.
Menurut dr. Kurniawan, seseorang pernah terkena stroke berarti pembuluh darahnya sudah rusak. Maka risiko untuk terserang stroke berulang akan lebih besar.
"Dan kejadian berulang lebih tinggi. Apalagi kalau tak mengontrol faktor risiko," ujarnya.
Maka ketika pasien stroke mempunyai riwayat darah tinggi, jantung, atau diabetes, wajib meminum obat dengan rutin. Jaga juga dengan gaya hidup sehat dan pola makan tepat. Kemudian menjaga pembuluh darah dengan rajin minum obat pengencer darah.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
