
Ilustrasi serangan stroke. Serangan stroke sering disebut sebagai pembunuh tiba-tiba atau silent killer. Karena tiba-tiba, maka serangannya datang bisa tanpa gejala yang tak disadari.
JawaPos.com - Serangan stroke sering disebut sebagai pembunuh tiba-tiba atau silent killer. Karena tiba-tiba, maka serangannya datang bisa tanpa gejala yang tak disadari. Seseorang semula sehat bugar ketika terserang stroke bisa lumpuh seketika bahkan hingga tak sadarkan diri dan meninggal dunia. Beberapa kasus yang dialami selebriti baru-baru ini dialami almarhum Robby Tumewu yang meninggal dunia karena stroke. Artis Mat Solar juga kini terus berobat untuk pulih dari stroke.
Ada kesamaan dari kedua selebriti tersebut dalam menghadapi stroke. Yaitu serangan stroke berulang, atau serangan kedua, ketiga dan selanjutnya. Robby Tumewu pernah kena serangan stroke pada tahun 2010 hingga membuatnya menggunakan kursi roda. Kemudian pada tahun 2013, Robby Tumewu kembali terserang stroke. Setelah bertahun-tahun mengalami penyakit tersebut, di tahun 2019 almarhum tutup usia.
Begitu pula Mat Solar. Pemeran Bajuri dalam sinetron Bajaj Bajuri itu juga tengah menjalani pengobatan. Stroke pertama tahum 2015. Itu masih stroke ringan. Lalu Mat Solar terserang stroke kedua pada akhir Juli 2018.
Lalu mengapa seseorang bisa terkena serangan stroke kedua?
Stroke merupakan penyakit seiring meningkatnya usia. Stroke akan menyebabkan masalah psikis pada diri seseorang karena akan membuatnya sulit beraktivitas seperti sedia kala.
Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan adanya kelainan di otak. Ada aliran darah ke otak yang terganggu. Bisa berupa karena tersumbat atau pembuluh darah pecah.
Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional dr. Mursyid Bustami, SpS (K), KIC, MARS, menjelaskan stroke secara garis besar digolongkan menjadi 2. Di antaranya stroke hemoragik (perdarahan) dan stroke iskemik.
"Stroke hemoragik (perdarahan) 20 persen dan stroke iskemik (penyumbatan) 80 persen," tegas dr. Mursyid kepada JawaPos.com, baru-baru ini.
Untuk menentukan pasien terkena stroke dan jenisnya, wajib menggunakan alat yang dinamakan CT Scan atau MRI. Faktor risiko stroke antara lain disebabkan oleh gaya hidup seperti hipertensi, diabetes, gangguan irama jantung, gangguan dalam pembekuan darah, merokok, tinggi kolesterol, kurang gerak, stres dan sebagainya. Penyakit atau gangguan tersebut berkaitan dengan lifestyle termasuk kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dan kurang olahraga.
"Seseorang yang pernah mengalami stroke ataupun hanya stroke sepintas akan memiliki risiko lebih besar mengalami stroke kembali (stroke berulang)," tegasnya.
Maka wajib bagi siapa saja saat ini meningkatkan gaya hidup sehat dengan menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Atur pola makan dan tingkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
