
Aturan baru BPJS Kesehatan dinilai tak hanya mengancam keselamatan ibu yang tengah proses bersalin. Tetapi juga bayinya.
JawaPos.com - Stunting atau anak yang bertubuh kerdil atau pendek masih menjadi permasalahan bangsa. Balita stunting tidak menerima nutrisi yang cukup mulai dari kandungan hingga usia dua tahun. Stunting ternyata bisa terjadi juga jika terdapat masalah pada bayi selama proses kelahirannya.
Setelah terbitnya aturan baru Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dinilai membatasi layanan paket kelahiran bayi sehat, bisa mengancam bayi tumbuh stunting. Sebab jika ada masalah yang dialami bayi saat dilahirkan, pembiayaannya dibatasi.
"Angka stunting itu dalam jangka panjang bisa naik. Anak lahir cacat afiksi atau gagal napas lalu tak ada dokter anaknya. Kemudian saat anak mengalami infeksi pertumbuhan akan terganggu," papar Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia Dr.dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP baru-baru ini.
Stunting memang disebabkan multifaktor. Salah satunya karena terjadi masalah pada kehidupan bayi di 1000 hari pertama kehidupan.
"Tentu dikaitkan dengan anak pendek, malnutrisi, dan penyakit kronik. Anak kalau yang dari lahir tidak baik, berpotensi sakit. Kalau dia sakit, gizinya kurang maka berpotensi jadi stunting," jelas dr. Aman.
Menurutnya, peraturan BPJS Kesehatan akan membawa dampak jangka panjang, lantaran setiap kelahiran bayi tentu berisiko.
"Di saat golden period itu jangan sampai bayi sakit, meninggal atau cacat. Ketika bayi lahir tapi kita tidak mempersiapkan semaksimal mungkin, maka risikonya besar," jelasnya.
Menurutnya, ada banyak dampak lain akibat peraturan tersebut. Di antaranya angka kematian bayi meningkat. "Mau apapun, dolar, utang dan lainnya, ketika kita tidak bisa menurunkan angka kematian bayi maka negara tidak sejahtera. Orang yang belum lahir saja enggak dijamin hidup, siapa yang mau lahir di indonesia?," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022