
RAKIT CEPAT: Tim Satgas Corona Surabaya membuat bilik sterilisasi virus korona di balai kota, Senin (23/3). (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Guna memutus mata rantai penyebaran virus Korona, banyak masyarakat kini membuat sendiri secara swadaya berupa bilik disinfektan untuk menyemprot setiap warga yang hendak melintas. Penyemprotan langsung dilakukan pada tubuh seseorang yang hendak masuk ke sebuah lokasi.
Padahal disinfektan tersebut menggunakan kandungan zat-zat yang bisa membuat kulit iritasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan cara itu berbahaya. "Please Do not Spray disinfectant on people. It may be harmful (jangan semprotkan disinfektan pada orang itu berbahaya)," kata kicauan perwakilan WHO di Indonesia dr. Parani (@NParanietharan) pada (29/3) lalu.
Peringatan itu juga ditegaskan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. Dia menegaskan agar pernyataan representatif WHO Indonesia harus menjadi perhatian.
"Pernyataan dari perwakilan WHO ini juga sejalan dengan imbauan ke masyarakat oleh WHO bahwa lampu ultra violet tidak boleh digunakan untuk sterilisasi tangan dan area kulit lain karena bisa menyebabkan iritasi pada kulit," kata dr. Ari kepada JawaPos.com.
Begitu juga menyemprotan alkohol atau klorin pada tubuh, tidak akan menghilangkan virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Penyemprotan alkohol atau klorin berbahaya untuk mukosa mulut, hitung dan mata.
"Jadi sebaiknya bahan ini digunakan untuk membersihkan permukaan peralatan rumah tangga atau kantor," jelasnya.
Sebab penularan virus ini menular dari satu orang kepada orang lain bahwa melalui droplet. Jadi virus bisa tertular langsung dari orang yang bicara keras, batuk atau bersin di depan kita dalam jarak 1 meter. Selain itu secara tidak langsung jika droplet yang mengandung virus tersebut jatuh ke meja, sakelar lampu, gagang telepon, gagang pintu atau, atau lokasi yang biasa disentuh orang maka hal ini juga bisa jadi sumber penularan.
"Oleh karena itu yang penting kita harus benar memperhatikan bahwa tangan kita tidak menyentuh tempat-tempat yang orang lain juga menyentuh di luar rumah. Selain itu juga tangan kita yang belum jelas sudah menyentuh apa saja untuk tidak menyentuh mulut, hidung atau mata," tuturnya.
Mengingat kembali kasus yang terjadi pada seorang dokter di Tiongkok yang meninggal karena infeksi Covid-19 yang tertular melalui konjungtiva mata. Salah satu penelitian yang dilakukan di Tiongkok yang disampaikan oleh edaran WHO bahwa dari 75.465 pasien Covid-19 tidak ada yang melaporkan penularan melalui udara.
"Tentu yang penting dan efektif adalah cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir. Secara umum memang sudah terbukti bahwa cuci tangan pakai sabun rutin bisa mencegah terjadinya infeksi saluran pernapasan akut dan infeksi saluran cerna," katanya.
Dan memakai gel pembersih tangan (hand sanitizer) pun wajib untuk tetap dicuci menggunakan sabun setelah 5 kali pemakaian. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir jauh lebih efektif membunuh kuman.
"Jadi sekali lagi dengan melihat bagaimana infeksi ini menular dari satu orang ke orang lain, maka sebenarnya menggunakan disinfektan secara langsung tidak dibutuhkan bahkan jika disinfektan tersebut terhirup oleh kita atau terkena mata tentu akan menimbulkan masalah kesehatan baik akut maupun jangka panjang," tegasnya.
Rekomendasi yang diberikan oleh WHO bahwa disinfektan dan kebersihan lingkungan bukan disinfeksi pada orang secara langsung. Selain itu penyemprotan disinfektan terlalu sering bisa menyebabkan pencemaran lingkungan dan harus dihindari.
"Yang penting adalah adanya jaga jarak fisik (physical distancing) dan menghindari kontak dengan orang yang demam atau batuk atau pilek tanpa menggunakan masker," paparnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
