Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Desember 2020 | 05.39 WIB

Bahaya Zat BPA Pada Plastik, Label Peringatan Konsumen Harus Dipasang

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Hastag #PeringatanGalonIsiUlangBPA menjadi salah satu trending topic di Twitter pada Selasa (29/12). Hal ini menunjukkan bahwa makin banyak masyarakat yang mulai menyadari akan bahaya plastik yang mengandung bisphenol A (BPA).

BPA sendiri sebetulnya berperan sebagai kandungan yang mengawetkan serta memperkuat plastik agar kemasan tidak rusak, yang mempunyai sifat membentuk plastik menjadi keras, mudah dibentuk dan kuat.

Namun zat BPA juga mengandung racun yang  berbahaya  bagi kesehatan, dan zat BPA ini hampir dilarang di  seluruh dunia untuk penggunaan di kemasan makanan dan minuman.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa zat BPA di dalam kemasan plastik berbahaya bagi kesehatan bayi, balita dan ibu hamil. Sedihnya, masyarakat seperti terbuai atau dininabobokan selama bertahun-tahun hanya karena ada dalih bahwa kemasan plastik air minum galon isi ulang polikarbonat yang mengandung BPA itu aman, dan galon isi ulang tersebut turut menjaga lingkungan.

Ahli Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Iwan Nefawan menuturkan, BPA dalam kemasan plastik sudah dilarang oleh Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM). Mestinya, menurut dia, DPR RI Komisi IX bisa mendesak BPOM agar mengeluarkan aturan kepada produsen makanan, minuman dan obat-obatan yang dijual dengan kemasan yang mengandung BPA. "Produsen bisa diberitahu untuk memberi Label Peringatan Konsumen," ujarnya dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com.

iwan melanjutkan, pencantuman Label Peringatan Konsumen ini sangat penting dilakukan agar konsumen mengetahui bahwa air minum yang akan dikonsumsi terutama untuk bayi, balita dan ibu hamil, aman dari paparan BPA.

"Akan lebih baik lagi semua produsen makanan, minuman dan obat-obatan tidak lagi menggunakan kemasan yang mengandung zat BPA. Sebab akibat yang ditimbulkannya dapat mempengaruhi kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, menurut dokter spesialis kandungan dr. Darrel Fernando, kemasan galon dengan kandungan BPA yang tidak tepat, sangat berbahaya jika isinya dikonsumsi setiap hari dalam jangka waktu lama.  "Meskipun bukan di level yang berbahaya, tapi kalau bisa dihindari agar tidak terjadi akumulasi jangka panjang," ujarnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore