Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2020 | 19.18 WIB

Solusi Tepat dan Aman Meremajakan Kulit Selama Pandemi

Ilustrasi Kemerahan dan Iritasi pada Wajah.  (healthline) - Image

Ilustrasi Kemerahan dan Iritasi pada Wajah. (healthline)

JawaPos.com - Memiliki kulit cantik, sehat dan terlihat muda, adalah dambaan kaum hawa. Kulit membutuhkan perawatan dan peremajaan. Peremajaan kulit merupakan suatu prosedur untuk mencegah, menghambat atau memperbaiki kulit yang sudah mulai berubah akibat bertambahnya usia dan mengembalikan ke keadaan kulit saat usia masih muda.

Dokter Spesialis Dermatovenereologi dari layanan Klinik Bamed Skincare dr. Rizky Lendi Prayogo, SpDV menjelaskan peremajaan kulit dapat dicapai melalui berbagai modalitas, terdapat beberapa macam, yaitu dengan menggunakan krim perawatan wajah atau dengan metode peeling secara kimiawi/chemical peeling, maupun secara mekanis seperti mikrodermabrasi.

Tren saat ini juga menggunakam perangkat radio frekuensi (RF) atau High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) untuk menginduksi efek termal pada kulit yang memicu produksi kolagen sehingga kulit akan tampak lebih muda dan kencang. Lalu metode botox atau filler, dan lainnya.

”Kulit yang sehat, salah satunya dilihat dari kelembapan kulit," katanya.

Terdapat berbagai macam klasifikasi kulit, salah satu di antaranya adalah menurut Baumann Skin Type Indicator. Yaitu oily vs dry, resistant vs sensitive, pigmented vs nonpigmented, tight vs wrinkle-prone skin. Tipe kulit yang dianggap paling sehat adalah ORNT (oily, resistant, nonpigmented, tight).

Oily yang dimaksud adalah kemampuan kulit untuk dapat memproduksi sebum dalam jumlah cukup sehingga mampu mencegah kehilangan cairan berlebih dan menjaga kelembapannya.

Resistant memiliki arti bahwa kulit tidak mudah mengalami peradangan berlebih yang ditandai dengan gejala berupa jerawat, kemerahan, rasa gatal, terbakar, dan biduran. Kulit yang resistant juga memiliki sawar yang baik sehingga berfungsi sebagai proteksi terhadap zat-zat yang bersifat alergenik dan iritan.

Nonpigmented mencakup bahwa kulit yang sehat bebas dari pigmentasi abnormal, misalnya warna kulit yang tidak rata, melasma, freckles, atau flek lainnya.

Yang terakhir, tight berarti bahwa kulit yang sehat bersifat kencang, elastis, dan bebas kerut selayaknya kulit usia muda. "Mengingat tanda kulit yang sehat adalah kulit yang kencang, tidak kendur, dan bebas kerut, maka perlu dilakukan berbagai intervensi untuk meremajakan kulit," ujarnya.

Peremajaan kulit di masa pandemi Covid-19 yang dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan sederhana di antaranya adalah dengan menjaga gaya hidup sehat yakni konsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, memakai tabir surya, serta menghindari konsumsi rokok dan alkohol. Cara mudah lainnya adalah dengan pemakaian krim yang dianggap dapat menjaga keremajaan kulit antara lain mengandung retinoid, asam alfa hidroksi, dan vitamin C.

Bila diperlukan, dapat dilakukan beberapa prosedur medis seperti chemical peeling, terapi laser, microneedling dengan atau tanpa platelet-rich plasma (PRP), serta injeksi toksin botulinum dan filler. Menurut Rizky, semua prosedur tersebut sebenarnya tetap dapat dilakukan di masa pandemi asalkan dokter dan pasien memakai alat pelindung diri yang sesuai dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

"Sirkulasi udara yang baik dan desinfeksi ruangan tindakan juga penting untuk diperhatikan," ungkapnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore