Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 16.04 WIB

Penanganan Batu Saluran Kemih hingga Pembesaran Prostat dengan Teknologi Magneto

Pemaparan teknologi magneto untuk batu saluran kemih dan prostat. (Nurul Adriyana) - Image

Pemaparan teknologi magneto untuk batu saluran kemih dan prostat. (Nurul Adriyana)

JawaPos.com – Batu saluran kemih dan gangguan prostat menjadi dua dari sekian banyak penyakit yang sering dialami laki-laki. Penanganan untuk kedua penyakit tersebut pun tentu berbeda sesuai dengan kondisi pasien. Tapi, keduanya bisa sama-sama diatasi dengan teknologi Magneto.

Diperkenalkan dalam peluncuran Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Healthcare, teknologi magneto menggunakan sistem laser Holmium generasi baru yang mendukung penanganan batu saluran kemih maupun pembesaran prostat. 

Diungkapkan dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, untuk kasus batu saluran kemih, teknologi magneto memungkinkan proses fragmentasi maupun dusting. Sehingga batu dapat dipecah menjadi partikel yang lebih halus dengan kontrol yang lebih presisi. 

“Resiko cedera thermal di saluran kemih pun lebih minimal. Terlebih ketika batu ditembakkan di saluran kan ada kemungkinan lompat, dengan magneto lebih stabil,” papar dr. Margareth.

Tapi, dijelaskan dr. Donny Eka Putra, Sp.U., Subsp.TRK(K), Dokter Konsultan Urologi Subspesialis Trauma & Rekonstruksi Saluran Kemih Bethsaida Hospital Gading Serpong, setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pemilihan terapi tidak dapat disamaratakan. 

Saat menangani kasus batu saluran kemih, biasanya dia akan mempertimbangkan beberapa hal. Seperti ukuran dan lokasi batu, kondisi anatomi saluran kemih, tingkat sumbatan, hingga kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh sebelum menentukan tindakan yang paling tepat. 

Namun, dengan adanya teknologi seperti Laser Magneto membantu mempertajam tingkat presisi yang lebih tinggi. “Sementara pasien yang membutuhkan rekonstruksi saluran kemih memungkinkan kami menangani kasus yang lebih kompleks, mulai dari penyempitan, cedera, hingga kelainan struktur saluran kemih dalam satu layanan yang berkesinambungan," jelas dr. Donny Eka Putra.

Berbeda dengan batu saluran kemih, pada kasus pembesaran prostat, teknologi ini mendukung prosedur HoLEP melalui pendekatan minimal invasive, yang mengurangi perdarahan, mempercepat pemulihan, dan meningkatkan kenyamanan pasien. 

Kolaborasi Antarspesialis

Dikatakan dr. Boyke Budiman Sumantri, Sp.U., Ketua Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong, gangguan saluran kemih, prostat, maupun ginjal sering kali saling berkaitan. Sehingga membutuhkan kolaborasi antarspesialis agar pasien memperoleh penanganan yang tepat. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore