
Perkembangan teknologi ultrasonografi (USG) kini memungkinkan dokter menilai tingkat kekakuan atau liver stiffness tanpa prosedur invasif (Istimewa)
JawaPos.com – Perkembangan teknologi ultrasonografi (USG) kini memungkinkan dokter menilai tingkat kekakuan atau liver stiffness tanpa prosedur invasif. Kemampuan tersebut menjadi salah satu terobosan dalam mendeteksi fibrosis hati lebih dini, terutama pada pasien dengan hepatitis B dan hepatitis C, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kerusakan hati berkembang menjadi sirosis atau bahkan kanker hati.
Teknologi tersebut dimanfaatkan dalam kegiatan skrining hepatitis B dan C yang menjadi bagian dari rangkaian Kongres Nasional dan Pertemuan Ilmiah Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia (PGI), dan Perkumpulan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI) 2026 di Yogyakarta.
Perangkat ultrasonografi yang digunakan dilengkapi fitur Shear Wave Measurement (SWM) yang memungkinkan tenaga medis mengukur tingkat kekakuan jaringan hati secara kuantitatif. Pengukuran tersebut membantu dokter mengidentifikasi fibrosis hati akibat hepatitis B maupun hepatitis C tanpa perlu melakukan prosedur yang menimbulkan rasa sakit.
Selain mengukur kekakuan jaringan hati, sistem USG tersebut juga menghasilkan pencitraan berkualitas tinggi yang membantu visualisasi struktur hati secara lebih jelas. Kemampuan ini mendukung proses pemeriksaan yang lebih cepat, aman, dan efisien sekaligus memudahkan dokter memantau perkembangan kondisi pasien dengan penyakit hati.
Presiden Direktur FUJIFILM Indonesia Masato Yamamoto mengatakan, deteksi dini memegang peranan penting dalam meningkatkan peluang penanganan penyakit hati.
"Kami percaya bahwa setiap masyarakat berhak mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Melalui dukungan pada program skrining hepatitis B dan C dalam rangka Kongres Nasional dan Pertemuan Ilmiah PPHI–PGI–PEGI 2026 ini, kami berharap dapat turut meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan, sekaligus membantu memperluas akses terhadap pemeriksaan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat," ujarnya, Rabu (29/7).
Dalam kesempatan tersebut, FUJIFILM Indonesia juga memperkenalkan solusi terintegrasi untuk penanganan penyakit hati, pankreas, dan bilier yang menggabungkan teknologi ultrasonografi, endoskopi, serta mobile C-arm. Ketiga teknologi tersebut dirancang untuk mendukung pelayanan pasien mulai dari skrining, diagnosis, tindakan intervensi, hingga evaluasi dan tindak lanjut.
Direktur FUJIFILM Indonesia Handra Effendi mengatakan, kebutuhan terhadap solusi kesehatan yang terintegrasi terus meningkat seiring berkembangnya layanan medis di Indonesia.
"Kami ingin menghadirkan solusi yang membantu tenaga medis bekerja lebih cepat, akurat, dan efisien. Melalui HPB Solution, kami berkomitmen mendukung penanganan penyakit hati secara lebih komprehensif sehingga fasilitas kesehatan dapat memberikan layanan yang semakin optimal bagi masyarakat," kata Handra.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022