
Ilustrasi pengguna Vape. (istimewa)
JawaPos.com - Penggunaan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik (vape), produk tembakau yang dipanaskan, hingga kantong nikotin terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun di balik tren tersebut, muncul satu pesan yang terus ditekankan berbagai pihak, yakni produk tersebut bukan untuk anak-anak, remaja, maupun orang yang sebelumnya tidak merokok.
Dari perspektif kesehatan masyarakat, langkah terbaik untuk mengurangi risiko penyakit akibat tembakau tetap berhenti menggunakan seluruh produk tembakau dan nikotin. Sementara itu, produk tembakau alternatif diposisikan sebagai pilihan bagi perokok dewasa yang telah memiliki kebiasaan merokok, bukan sebagai produk untuk memulai konsumsi nikotin.
Influencer sekaligus konsumen produk tembakau alternatif Jessica Rima Rahmayanti atau @jee_vanka menegaskan, persepsi publik mengenai vape perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
"Kalau produk tembakau alternatif dikaitkan khusus dengan anak muda, ini tidak tepat. Yang jelas, saya tidak ada toleransi untuk penggunaan produk tembakau alternatif oleh anak di bawah umur," kata Jessica.
Jessica mengatakan edukasi mengenai produk tembakau alternatif perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami siapa yang menjadi sasaran pengguna produk tersebut. Menurut dia, edukasi bukan bertujuan mengajak orang mulai menggunakan vape, melainkan menjelaskan penggunaan yang bertanggung jawab bagi perokok dewasa.
Dia mengaku secara rutin menyampaikan materi edukasi melalui konten digital, diskusi, hingga kegiatan komunitas dengan konsep Vape with Attitude. Materi yang dibahas meliputi pengenalan produk, tujuan penggunaan, etika, hingga cara penggunaan secara bertanggung jawab.
"Biasanya kami menyebutnya Vape with Attitude. Edukasi seperti ini rutin dilakukan melalui konten, talkshow, maupun kegiatan komunitas. Karena vape merupakan produk inovasi yang relatif baru, edukasi menjadi sangat penting," lanjut Jessica.
Jessica mengungkapkan tidak sedikit orang yang bertanya kepadanya sebelum mencoba produk tembakau alternatif. Dalam kondisi seperti itu, dia selalu mencari tahu apakah orang tersebut merupakan perokok atau bukan.
Apabila yang bertanya ternyata belum pernah merokok, Jessica justru menyarankan agar tidak mencoba produk tersebut. Menurut Jessica, komunikasi mengenai produk tembakau alternatif juga harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menarik minat remaja maupun anak di bawah umur.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
