Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2026 | 23.44 WIB

Penanganan Kasus Trauma di IGD Butuh Kecepatan dan Ketepatan, Koordinasi antar-Dokter Spesialis Menjadi Kunci

Ilustrasi IGD. Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ilustrasi IGD. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Penanganan kasus trauma di instalasi gawat darurat (IGD) membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan medis. Koordinasi antar-dokter spesialis menjadi faktor penting, terutama pada pasien dengan cedera kompleks yang melibatkan kepala, tulang belakang, hingga sistem saraf.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Bethsaida Hospital Serang, dr. Mochamad Sri Arya H, Sp.BS, mengatakan bahwa kasus trauma tidak dapat ditangani oleh satu disiplin ilmu saja. Kolaborasi berbagai dokter spesialis diperlukan agar evaluasi dan tindakan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Pada kasus trauma, kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi faktor yang sangat penting. Dengan adanya layanan yang terintegrasi serta dukungan pemeriksaan penunjang yang memadai, proses evaluasi dan penentuan tindakan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah,” ujar dr. Arya kepada wartawan, Kamis (25/6).

Menurutnya, koordinasi antardokter spesialis sangat penting terutama pada kasus yang melibatkan cedera kepala, tulang belakang, maupun gangguan pada sistem saraf. Sebab, penanganan yang terlambat berpotensi meningkatkan risiko komplikasi dan memperburuk kondisi pasien.

Penanganan pasien trauma umumnya melibatkan berbagai dokter spesialis, mulai dari ortopedi, bedah saraf, bedah umum, bedah digestif, radiologi, penyakit dalam, anestesi, hingga rehabilitasi medik.

Kolaborasi tersebut diperlukan karena pasien trauma sering kali mengalami lebih dari satu jenis cedera. Pemeriksaan penunjang seperti rontgen, USG, CT scan, dan MRI juga menjadi bagian penting untuk menentukan diagnosis dan tindakan yang tepat.

Selain tindakan medis di ruang operasi, proses pemulihan pasien juga memerlukan dukungan rehabilitasi medik agar fungsi tubuh dapat kembali optimal.

Kebutuhan akan layanan trauma yang terintegrasi itu pun mendorong Bethsaida Hospital Serang meluncurkan Advanced Trauma Center pada Kamis (25/6). Pusat layanan ini dirancang untuk menangani berbagai kasus cedera dan kegawatdaruratan secara cepat, tepat, dan komprehensif.

Layanan tersebut didukung tim dokter multidisiplin, fasilitas IGD 24 jam, smart ambulance, serta berbagai teknologi diagnostik seperti X-Ray, USG, CT Scan 258 Slice, dan MRI 1.5T. Rumah sakit juga menghadirkan layanan hemodialisis (HD) sebagai bagian dari pengembangan layanan kesehatan.

Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirta Mulya Juandi, mengatakan pengembangan layanan tersebut dilakukan untuk memperluas akses kesehatan bagi masyarakat Serang, Cilegon, dan wilayah Banten.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore