Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 19.21 WIB

Belanja Kesehatan Masih Kebanyakan Impor, Menkes Budi: Jadi Tak Sumbang Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi I - Image

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi I

JawaPos.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa belanja kesehatan Indonesia yang terus meningkat setiap tahun belum mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu terjadi karena sebagian besar kebutuhan produk kesehatan masih dipenuhi melalui impor.

Menurut Budi, kondisi tersebut membuat manfaat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja justru dinikmati negara lain yang memproduksi berbagai kebutuhan kesehatan yang selama ini dibeli Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkes saat membahas upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia menilai, sektor kesehatan sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak ekonomi apabila rantai produksinya dapat dibangun di dalam negeri.

“Kita tuh berdua sangat percaya bahwa target 8 persen itu harus mati-matian dikejar sesegera mungkin. Karena kalau enggak, kita kehilangan window of opportunity pada saat puncak bonus demografi kita,” ujar Budi kepada wartawan, Rabu (24/6).

Budi menegaskan bahwa Indonesia berisiko terjebak dalam middle income trap apabila momentum bonus demografi tidak dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Belanja Kesehatan Tumbuh di Atas 10 Persen

Budi menjelaskan bahwa secara historis, belanja kesehatan Indonesia selalu tumbuh di atas 10 persen setiap tahun. Bahkan pada tahun 2025 lalu pertumbuhannya mencapai sekitar 16 persen.

Namun, peningkatan belanja tersebut belum berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) sektor kesehatan karena sebagian besar produk masih diimpor.

“Semua belanja ini belum tertranslasikan jadi pertumbuhan ekonomi di sektor kesehatan karena sebagian besar masih impor. Jadi, yang enjoy GDP growth dan job growth-nya itu di negara lain,” katanya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore