
Ilustrasi seorang anak yang gizinya tercukupi sehingga tidak terkena stunting (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Upaya menekan angka stunting di Indonesia terus menjadi fokus utama pemerintah. Target menurunkan prevalensi hingga 14,2 persen pada 2029 menuntut strategi yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif, terutama pada fase krusial 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2025 menunjukkan bahwa sekitar 6 dari 100 bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah. Kondisi ini menjadi salah satu faktor risiko utama stunting, karena berkaitan erat dengan pertumbuhan fisik yang tidak optimal sejak awal kehidupan.
Selain itu, kelompok usia 12–23 bulan tercatat sebagai fase paling rentan, dengan prevalensi stunting mencapai 19,9 persen.
Di tengah tantangan tersebut, pendekatan berbasis edukasi dinilai sebagai salah satu solusi efektif. Di Desa Hegarmukti, Kabupaten Bekasi, misalnya, program penyuluhan gizi menyasar calon ibu serta ibu dengan anak usia 0–3 tahun—kelompok yang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Materi yang diberikan tidak hanya seputar pemahaman stunting, tetapi juga praktik langsung seperti demo memasak menu bergizi seimbang. Pendekatan ini bertujuan mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi lebih sehat, dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah dijangkau.
Selain edukasi, deteksi dini juga menjadi pilar penting dalam pencegahan stunting. Pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk pengukuran tinggi dan berat badan, memungkinkan tenaga kesehatan mengidentifikasi risiko sejak awal.
Layanan seperti ini umumnya dilakukan melalui Posyandu, yang menjadi ujung tombak pemantauan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa. Dengan pemantauan berkala, intervensi dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi stunting permanen.
Salah satu akar masalah stunting adalah keterbatasan akses terhadap asupan gizi yang memadai. Untuk itu, distribusi makanan bergizi seperti telur, susu, dan makanan pendamping ASI menjadi langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
Di Kabupaten Bekasi, ribuan paket gizi disalurkan ke enam desa melalui Posyandu. Distribusi dilakukan secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan berkelanjutan, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022