Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Maret 2026 | 00.22 WIB

Daging Olahan Punya Risiko Kolesterol Tinggi, Begini Kata Ahli Gizi

Ilustrasi daging olahan. - Image

Ilustrasi daging olahan.

Padahal, mikrobioma usus yang seimbang berperan penting dalam mengatur penyerapan dan pembuangan kolesterol.

Ketidakseimbangan mikrobioma usus akan memicu peradangan krinis, yang merupakan pemicu penyakit jantung. 

Daging olahan mengandung kadar natrium yang jauh lebih tinggi. Natrium biasanya ditambahkan untuk memperpanjang umur simpan daging. 

Meski tidak secara langsung meningkatkan kadar kolesterol, natrium akan memicu tekanan darah tinggi yang memaksa jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. 

Langkah untuk menurunkan kolesterol

Selain pembatasan konsumsi daging olahan, para ahli gizi merekomendasikan beberapa strategi alternatif untuk menjaga kadar kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung. 

Serat larut akan membantu mengikat kolesteral dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Untuk itu, perbanyak konsumsi buah, sayuran, biji-bijian atau oatmeal.

Melansir, Klik Dokter, pastikan juga berolahraga 30 menit setiap harinya untuk membakar lemak dan memastikan kadar kolesterol dalam tubuh terkendali. 

Asam lemak omega-3 memiliki efek anti-inflamasi dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Konsumsi ikan berlemak (salmon), kacang-kacangan, atau alpukat.

Ganti daging olahan dengan protein segar dan tanpa lemak, baik dari sumber nabati atau hewani. Seperti ayam panggang, tahu, tempe dan kacang-kacangan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore