Ilustrasi hasil pemeriksaan otak pada pasien yang mengalami meningitis (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Meningitis adalah peradangan pada selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang yang disebut meninges. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit.
Di antara penyebab tersebut, meningitis akibat infeksi bakteri merupakan yang paling berbahaya karena dapat berkembang cepat dan berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Sementara meningitis akibat virus umumnya lebih ringan dan dapat sembuh tanpa pengobatan khusus.
Meningitis sering kali sulit dideteksi karena gejala awalnya mirip dengan flu, seperti munculnya demam dan sakit kepala. Namun, apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, meningitis bisa berkembang menjadi lebih parah dan menimbulkan komplikasi serius seperti kejang, gangguan fungsi ginjal, bahkan kematian.
Gejala jika Terkena Meningitis
Walaupun gejala awal meningitis tampak menyerupai flu, penyakit ini perlu diwaspadai karena termasuk dalam jenis penyakit berbahaya. Dikutip dari Halodoc, jika meningitis menyerang bayi di bawah usia dua tahun, gejala khususnya ditandai dengan munculnya benjolan pada kepala dan kerap mengalami kejang.
Namun, bila meningitis menginfeksi remaja dan orang dewasa biasanya gejala yang ditimbulkan adalah kaku dan nyeri pada bagian leher, sehingga sulit menunduk ke arah depan. Selain itu, gejala lainnya adalah perubahan perilaku dan kebingungan.
Secara umum, gejala meningitis pada berbagai kelompok usia ditandai dengan sakit kepala, demam, serta penurunan tingkat kesadaran. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berat seperti gangguan kesadaran yang semakin parah, hingga kerusakan otak permanen.
Upaya Pencegahan dan Pengobatannya
Pencegahan meningitis dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari faktor yang dapat memicu penyebaran infeksi. Agar daya tahan tubuh kuat terhadap kuman penyebab penyakit ini, disarankan melakukan vaksinasi sesuai anjuran dokter, termasuk vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine).
Vaksin meningitis juga wajib diberikan bagi mereka yang akan menunaikan ibadah haji atau umrah. Dikutip dari Alodokter, orang yang terkena meningitis akan ditangani meningitis tergantung pada penyebabnya.
Misalnya, jika meningitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya akan memberikan obat antimikroba. Sementara itu, bila penyebabnya adalah kanker atau faktor lain, terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
