
Perjalanan melawan kanker payudara kerap dianggap menakutkan, terutama saat mendengar kata kemoterapi.
JawaPos.com - Perjalanan melawan kanker payudara kerap dianggap menakutkan, terutama saat mendengar kata kemoterapi. Namun, bagi Fia Bunova, seorang presenter sekaligus MC asal Bali, pengalaman itu justru menjadi titik balik hidupnya. Ia menegaskan bahwa kemo tidak seseram bayangan kebanyakan orang.
Fia pertama kali merasakan gejala pada Agustus 2019, tepat setelah ulang tahunnya. Ia menemukan adanya benjolan di payudara. Tidak menunggu lama, ia langsung melakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari USG, rontgen, biopsi, hingga mamografi.
Dari hasil tersebut, Fia didiagnosis menderita kanker payudara tipe 1 positif, stadium 2 grade 3. “Dari saya merasakan keluhan, sebulan kemudian saya langsung check-up. Menurut saya ini penting sekali ya, early detection itu penting untuk saya. Karena bisa menyelamatkan nyawa sampai 90 persen,” ungkap Fia saat berbagi cerita, Selasa (30/9).
Ia mengaku keputusan untuk tidak menunda pemeriksaan medis menjadi langkah paling tepat yang pernah ia ambil. Pada Oktober 2019, hanya sebulan setelah didiagnosis, Fia langsung memulai kemoterapi. Dokter menyarankan kombinasi kemo dan operasi, dan ia memilih menjalani kemo lebih dulu.
Meski awalnya sempat ditentang oleh ibunya, Fia justru memberikan keyakinan bahwa ia bisa melewati pengobatan itu. “Mama saya sebenarnya adalah orang yang paling menentang saya untuk kemo. Tapi akhirnya saya yang meyakinkan, kalau saya jalani ini, saya bisa. Padahal sebenarnya kemo tidak semengerikan itu ternyata setelah dijalani,” tuturnya.
Bagi Fia, kekuatan terbesar datang dari sikap ikhlas dan dukungan orang-orang terdekat. Ia tidak menolak kenyataan, bahkan sejak sebelum hasil diagnosis keluar sudah menyiapkan diri menerima apapun yang terjadi.
“Saya tidak mau denial, saya terima, saya ikhlas jalani apapun. Itu yang dibilang sama dokter, saya ikutin,” ujarnya.
Kini, setelah melalui kemo hingga operasi, Fia ingin membagikan pengalamannya agar perempuan lain lebih berani melakukan deteksi dini dan tidak takut menjalani pengobatan. Baginya, kanker bukan akhir dari segalanya, melainkan perjalanan penuh makna yang justru memperkuat dirinya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
