Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 05.40 WIB

Cerita Penyintas Kanker Payudara: Jalani Pengobatan Kemo Tak Semengerikan Itu, Kok!

Perjalanan melawan kanker payudara kerap dianggap menakutkan, terutama saat mendengar kata kemoterapi. - Image

Perjalanan melawan kanker payudara kerap dianggap menakutkan, terutama saat mendengar kata kemoterapi.

JawaPos.com - Perjalanan melawan kanker payudara kerap dianggap menakutkan, terutama saat mendengar kata kemoterapi. Namun, bagi Fia Bunova, seorang presenter sekaligus MC asal Bali, pengalaman itu justru menjadi titik balik hidupnya. Ia menegaskan bahwa kemo tidak seseram bayangan kebanyakan orang.

Fia pertama kali merasakan gejala pada Agustus 2019, tepat setelah ulang tahunnya. Ia menemukan adanya benjolan di payudara. Tidak menunggu lama, ia langsung melakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari USG, rontgen, biopsi, hingga mamografi.

Dari hasil tersebut, Fia didiagnosis menderita kanker payudara tipe 1 positif, stadium 2 grade 3. “Dari saya merasakan keluhan, sebulan kemudian saya langsung check-up. Menurut saya ini penting sekali ya, early detection itu penting untuk saya. Karena bisa menyelamatkan nyawa sampai 90 persen,” ungkap Fia saat berbagi cerita, Selasa (30/9).

Ia mengaku keputusan untuk tidak menunda pemeriksaan medis menjadi langkah paling tepat yang pernah ia ambil. Pada Oktober 2019, hanya sebulan setelah didiagnosis, Fia langsung memulai kemoterapi. Dokter menyarankan kombinasi kemo dan operasi, dan ia memilih menjalani kemo lebih dulu.

Meski awalnya sempat ditentang oleh ibunya, Fia justru memberikan keyakinan bahwa ia bisa melewati pengobatan itu. “Mama saya sebenarnya adalah orang yang paling menentang saya untuk kemo. Tapi akhirnya saya yang meyakinkan, kalau saya jalani ini, saya bisa. Padahal sebenarnya kemo tidak semengerikan itu ternyata setelah dijalani,” tuturnya.

Bagi Fia, kekuatan terbesar datang dari sikap ikhlas dan dukungan orang-orang terdekat. Ia tidak menolak kenyataan, bahkan sejak sebelum hasil diagnosis keluar sudah menyiapkan diri menerima apapun yang terjadi.

“Saya tidak mau denial, saya terima, saya ikhlas jalani apapun. Itu yang dibilang sama dokter, saya ikutin,” ujarnya.

Kini, setelah melalui kemo hingga operasi, Fia ingin membagikan pengalamannya agar perempuan lain lebih berani melakukan deteksi dini dan tidak takut menjalani pengobatan. Baginya, kanker bukan akhir dari segalanya, melainkan perjalanan penuh makna yang justru memperkuat dirinya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore