Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 21.50 WIB

Bercak Gelap di Kulit? Kenali Berbagai Penyebab Hiperpigmentasi dan Cara Pengobatannya dari Medis hingga Alami

Ilustrasi seseorang yang mengalami hiperpigmentasi (Dok. Shutterstock)

JawaPos.com - Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap atau timbulnya bercak-bercak hitam pada kulit merupakan masalah yang kerap dialami banyak orang. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi penampilan, tetapi juga dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang. Masalah pigmentasi kulit ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu dipahami dengan baik agar dapat ditangani secara tepat.

Hiperpigmentasi adalah kondisi medis di mana area tertentu pada kulit mengalami penggelapan akibat produksi melanin yang berlebihan. Melanin sendiri merupakan pigmen alami yang memberikan warna pada kulit, rambut, dan mata manusia. Ketika sel-sel kulit memproduksi melanin dalam jumlah yang tidak normal, maka akan terbentuk bercak-bercak gelap pada permukaan kulit. Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari bintik-bintik kecil hingga area yang lebih luas dengan warna yang lebih pekat dibandingkan kulit di sekitarnya.

Untuk gejala hiperpigmentasi sebenarnya cukup mudah dikenali karena tampak jelas pada permukaan kulit. Tanda utama yang paling terlihat adalah munculnya area kulit yang berwarna lebih gelap dibandingkan dengan kulit normal di sekitarnya. Bercak-bercak gelap ini dapat berbentuk bulat, oval, atau tidak beraturan dengan ukuran yang bervariasi. Warna yang muncul bisa berupa coklat muda, coklat tua, hingga kehitaman tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Namun, tekstur kulit yang mengalami hiperpigmentasi umumnya tetap halus dan tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal.

Dilansir dari Cleveland Clinic, terdapat berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya hiperpigmentasi.

  1. Gangguan adrenal seperti penyakit Addison, dimana ini dapat terjadi ketika tubuh tidak memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang cukup, sehingga dapat memicu perubahan pigmentasi kulit. 
  2. Faktor genetik juga berperan penting, seperti keluarga yang memiliki kecenderungan untuk mengalami bintik-bintik atau freckles. 
  3. Perubahan hormonal yang terjadi selama masa pubertas atau kehamilan dapat mempengaruhi produksi melanin dan menyebabkan hiperpigmentasi. Kondisi ini sering dialami oleh wanita hamil yang mengalami melasma atau "topeng kehamilan".
  4. Cedera pada kulit seperti jerawat, luka sayatan, atau luka bakar dapat memicu kondisi yang disebut hiperpigmentasi pasca-inflamasi. 
  5. Penggunaan obat-obatan tertentu seperti pil kontrasepsi oral dan obat-obatan yang menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya juga dapat memicu hiperpigmentasi. 
  6. Melasma, yang mana merupakan jenis hiperpigmentasi khusus yang sering dikaitkan dengan perubahan hormonal. 
  7. Kekurangan vitamin tertentu seperti B12 dan asam folat dapat mempengaruhi kesehatan kulit dan memicu perubahan pigmentasi. 
  8. Kerusakan akibat sinar matahari dapat menjadi penyebab paling umum hiperpigmentasi, di mana bercak-bercak gelap yang muncul sering disebut sebagai solar lentigines atau age spots. Paparan sinar UV dalam jangka panjang dapat merusak sel-sel kulit dan memicu produksi melanin berlebihan. 
  9. Gangguan tiroid juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan, termasuk proses produksi melanin dalam kulit. Kondisi hipertiroid atau hipotiroid dapat menyebabkan perubahan warna kulit yang tidak merata. 

Melihat cukup banyak kondisi yang dapat menyebabkan hiperpigmentasi, Hello Sehat menyoroti beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi masalah ini.

  • Penggunaan Obat Salep 

Dokter spesialis kulit biasanya akan merekomendasikan obat-obatan yang mengandung bahan aktif seperti azelaic acid, kortikosteroid, hydroquinone, retinoid seperti tretinoin, asam kojic, dan vitamin C. Bahan-bahan ini bekerja dengan cara menghambat produksi melanin berlebihan dan membantu meratakan warna kulit secara bertahap. Penggunaan obat-obatan ini harus sesuai dengan petunjuk dokter karena beberapa bahan dapat menyebabkan iritasi jika tidak digunakan dengan tepat. Proses penyembuhan dengan obat salep biasanya memerlukan waktu beberapa minggu hingga bulan untuk menunjukkan hasil yang signifikan.  

  • Penggunaan Tabir Surya 

Pastikan untuk menggunakan tabir surya saat bepergian, ini merupakan langkah pencegahan yang sangat penting untuk mencegah hiperpigmentasi bertambah parah. Ingat bahwa tabir surya dengan SPF minimal 30 harus digunakan setiap hari, bahkan saat cuaca mendung atau berada di dalam ruangan. Sinar UV dapat menembus kaca dan awan, sehingga perlindungan konsisten sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan kulit lebih lanjut. Penggunaan tabir surya juga membantu mencegah munculnya bercak-bercak baru dan melindungi area kulit yang sedang dalam proses penyembuhan.  

  • Penggunaan Lidah Buaya 

Lidah buaya atau aloe vera sangat efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi yang disebabkan oleh kehamilan karena sifat anti-inflamasi dan kemampuannya dalam meregenerasi kulit. Gel lidah buaya mengandung senyawa aloesin yang dapat menghambat produksi melanin berlebihan pada kulit. Penggunaan lidah buaya secara rutin dapat membantu menenangkan kulit yang mengalami iritasi sekaligus mempercepat proses penyembuhan. Bahan alami ini juga aman digunakan untuk semua jenis kulit tanpa menimbulkan efek samping yang berarti.  

  • Penggunaan Cuka Apel 

Cuka apel dipercaya dapat mencerahkan area kulit yang mengalami hiperpigmentasi berkat kandungan asam malat yang dapat membantu proses eksfoliasi ringan. Asam dalam cuka apel bekerja dengan cara mengangkat sel-sel kulit mati dan merangsang regenerasi sel kulit baru yang lebih sehat. Namun, penggunaan cuka apel harus diencerkan terlebih dahulu dengan air untuk menghindari iritasi kulit. Pemakaian yang konsisten selama beberapa minggu dapat membantu memudarkan bercak-bercak gelap pada kulit.

  •    Penggunaan Ekstrak Teh Hijau 

Ekstrak teh hijau tidak hanya berfungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi, tetapi juga efektif untuk mengatasi melasma dan mengurangi efek sunburn. Kandungan polifenol dalam teh hijau dapat membantu menghambat aktivitas enzim tirosinase yang berperan dalam produksi melanin. Penggunaan ekstrak teh hijau secara topikal dapat membantu meredakan peradangan pada kulit sekaligus memperbaiki tekstur kulit. Selain itu, antioksidan dalam teh hijau juga membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.  

  • Penggunaan Susu 

Susu telah lama dikenal dapat mencerahkan kulit karena kandungan asam laktat yang membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan merangsang regenerasi sel baru. Asam laktat dalam susu bekerja sebagai exfoliant alami yang lembut untuk kulit sensitif. Protein dalam susu juga membantu menutrisi kulit dan menjaga kelembaban alami kulit. Penggunaan susu sebagai masker wajah secara rutin dapat membantu memperbaiki tekstur kulit dan memudarkan hiperpigmentasi secara bertahap.

  • Terapi Laser dan Chemical Peeling 

Jika bercak gelap pada kulit tidak kunjung hilang dengan penggunaan obat-obatan, dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi laser atau chemical peeling. Terapi laser menggunakan sinar cahaya khusus untuk menghancurkan sel-sel yang mengandung melanin berlebihan tanpa merusak jaringan kulit di sekitarnya. Chemical peeling melibatkan penggunaan larutan kimia untuk mengangkat lapisan kulit terluar yang mengalami hiperpigmentasi. Kedua prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis kulit atau dermatologis berpengalaman dan mungkin memerlukan beberapa sesi untuk mendapatkan hasil yang optimal.  

Walaupun hiperpigmentasi tidak berbahaya, kamu tetap dapat melakukan pengobatan mulai dari pengobatan medis hingga perawatan alami di rumah. Selain itu, jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit, agar kamu mendapatkan arahan pengobatan yang sesuai dengan kondisi kulitmu. Dengan begitu bercak-bercak gelap pada kulit dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan sepenuhnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore