
Ilustrasi seorang wanita yang merasakan kesemutan pada pergelangan tangannya. (Freepik)
JawaPos.com - Kesemutan atau parestesia adalah sensasi tidak nyaman pada tubuh yang biasanya digambarkan seperti rasa tertusuk jarum, geli, atau mati rasa sementara. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah atau impuls saraf pada bagian tubuh tertentu terhambat.
Kesemutan sering muncul di tangan, kaki, atau anggota tubuh yang tertekan dalam waktu lama, misalnya saat duduk bersila terlalu lama atau tidur dengan posisi tertentu. Biasanya kesemutan akan hilang dengan sendirinya setelah peredaran darah kembali lancar.
Kesemutan bisa terjadi dalam waktu singkat maupun berlangsung lama (dikenal sebagai parestesia kronis), tergantung pada faktor penyebabnya. Kondisi ini tidak dapat disepelekan karena bisa saja menjadi tanda adanya penyakit tertentu.
Penyebab Terjadinya Kesemutan
Kesemutan sementara biasanya muncul ketika suatu bagian tubuh mendapat tekanan dalam jangka waktu cukup lama. Kondisi ini menghambat aliran darah menuju saraf, sehingga timbul rasa kesemutan. Kegiatan yang biasanya menyebabkan kesemutan adalah duduk bersila dalam waktu lama dan tidur menindih salah satu lengan.
Namun, kesemutan juga bisa disebabkan oleh hal lain seperti radang dingin atau frostbite. Frostbite bisa menyebabkan kesemutan karena paparan suhu yang sangat dingin membuat pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Kondisi ini mengakibatkan saraf tertekan dan tidak berfungsi normal.
Dikutip dari Alodokter, penyebab lain dari kesemutan sementara adalah sindrom Raynaud, yaitu suatu kondisi ketika pembuluh darah kecil di bagian tubuh tertentu mengalami penyempitan secara berlebihan.
Penyempitan ini biasanya dipicu oleh suhu dingin atau stres emosional, sehingga aliran darah menuju area ujung jari tangan dan kaki menjadi terbatas. Akibatnya, jari bisa tampak pucat atau kebiruan, terasa dingin, mati rasa, hingga muncul sensasi kesemutan.
Upaya Mengatasi Kesemutan
Penanganan kesemutan perlu disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Jika penyebabnya hanya kondisi sementara, misalnya akibat saraf yang tertekan, gejala biasanya dapat mereda dengan mengubah posisi tubuh atau melakukan peregangan.
Akan tetapi, bila kesemutan muncul akibat penyakit atau gangguan kesehatan tertentu, maka diperlukan perawatan medis yang lebih khusus. Dikutip dari Halodoc, pola hidup sehat bisa mengatasi kesemutan, penerapan pola makan bergizi dan berolahraga secara teratur dapat membantu mencegah munculnya risiko kesemutan.
Apabila kesemutan muncul akibat kondisi medis seperti diabetes atau neuropati, dokter mungkin akan memberikan obat untuk membantu mengendalikan kadar gula darah atau mengurangi rasa nyeri pada saraf. Cara lainnya adalah dengan fisioterapi, manfaatnya untuk menguatkan otot atau memperbaiki posisi tubuh dan membantu mengurangi kesemutan. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Venezia: Fisik Adrien Rabiot Belum Siap, Rafael Leao Absen
