Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 12.10 WIB

Punya Banyak Tahi Lalat? Waspada Risiko Kanker Kulit, Kenali Tanda-tandanya

Ilustrasi tahi lalat yang mengalami perubahan (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi tahi lalat yang mengalami perubahan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Hampir semua orang mungkin memiliki tahi lalat di tubuhnya, bahkan beberapa orang memiliki puluhan tahi lalat yang tersebar di berbagai bagian kulit.

Tahi lalat merupakan bintik kecil berwarna cokelat atau hitam yang terbentuk ketika sel-sel melanosit berkumpul dalam suatu area tertentu. Biasanya tahi lalat yang muncul sejak lahir atau masa kanak-kanak adalah normal dan tidak berbahaya. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua tahi lalat bersifat jinak dan aman untuk diabaikan.

Tahi lalat sendiri terbentuk dari sel-sel melanosit yang bertanggung jawab memproduksi pigmen melanin, yaitu zat yang memberikan warna pada kulit manusia. Orang yang memiliki tahi lalat biasanya juga dipengaruhi oleh faktor genetik atau paparan sinar matahari dalam jangka waktu tertentu.

Umumnya tahi lalat memiliki bentuk bulat simetris dengan warna yang merata, dan ukurannya pun terbilang relatif kecil. Inilah yang dapat membedakan tahi lalat jinak dengan tahi lalat yang berpotensi berubah menjadi kanker kulit.

Dalam beberapa kasus, ada tahi lalat yang mengalami perubahan mendadak, mulai dari bentuk, warna, ukuran, hingga menimbulkan rasa gatal. Perubahan ini dapat menjadi tanda awal bahwa tahi lalat tersebut berkembang menjadi kanker kulit, yaitu melanoma. Melanoma merupakan kanker kulit yang bermula dari melanosit, yaitu sel yang memproduksi pigmen yang memberikan warna pada kulit.

Melanoma umumnya terjadi pada kulit yang sering terkena paparan sinar matahari, seperti lengan, punggung, wajah, dan kaki. Namun, melanoma juga dapat berkembang di area tubuh yang jarang atau bahkan tidak pernah terpapar sinar matahari seperti tenggorokan, hidung, dan di bawah kuku. Melanoma juga tidak selalu bermula dari tahi lalat, tetapi bisa juga muncul pada kulit yang sehat.

Ciputra Hospital juga turut menjelaskan kondisi ini, bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami perubahan tahi lalat menjadi melanoma. Bagi individu dengan kondisi kulit yang mudah mengalami luka bakar saat terpapar sinar matahari, maka tingkat risikonya lebih tinggi. Adapun individu yang memiliki banyak tahi lalat atau bintik-bintik berpigmen di tubuhnya, memiliki riwayat keluarga dengan melanoma, atau faktor genetik tertentu, maka perlu untuk meningkatkan kewaspadaannya lagi.

Adapun menurut Mayo Clinic, berikut adalah beberapa tanda-tanda perubahan pada tahi lalat yang dapat menjadi kunci utama untuk mendeteksi indikasi melanoma.

1. Bentuk Asimetris

Tahi lalat umumnya berbentuk simetris atau beraturan, jika dibagi menjadi dua bagian dan terlihat asimestris atau sangat berbeda satu sama lain, maka ini dapat menjadi indikasi kemungkinan melanoma. Perubahan ke bentuk asimetris ini dapat terjadi secara bertahap atau relatif cepat. 

2. Variasi Warna 

Kamu perlu mewaspadai tahi lalat yang menunjukan berbagai warna dalam satu area, seperti kombinasi warna cokelat, hitam, merah, atau putih. Tahi lalat sehat umumnya memiliki warna yang konsisten dan merata di seluruh permukaannya. Ketika muncul warna-warna baru atau perubahan intensitas warna pada tahi lalat, maka diperlukan perhatian khusus dan segera melakukan pemeriksaan ke tenaga medis. Perubahan warna ini menunjukkan adanya aktivitas sel yang tidak normal dan dapat berpotensi menjadi melanoma. 
 
3. Perubahan Ukuran 
 
Tahi lalat umumnya akan tetap berukuran sama meskipun kita bertambah usia. Oleh karena itu, jika tahi lalat tiba-tiba mengalami pembesaran, apalagi hingga diameternya melebihi 6 milimeter, maka perlu dicurigai sebagai indikasi melanoma. Pertumbuhan yang berlangsung cepat dalam waktu singkat merupakan sinyal kuat adanya aktivitas sel abnormal yang tidak terkendali. 
 
4. Gejala Baru Lainnya 
 
Biasanya tahi lalat tidak menimbulkan sensasi apapun, baik rasa gatal ataupun nyeri. Maka tahi alat yang tiba-tiba menimbulkan gejala seperti rasa gatal, nyeri, sensasi terbakar, atau mudah berdarah ketika disentuh dapat menjadi indikasi melanoma. Munculnya gejala-gejala ini menandakan bahwa struktur internal tahi lalat mengalami perubahan yang tidak normal.
 
5. Batas Tepi Tidak Beraturan 
 
Jika kamu memiliki banyak tahi lalat di tubuhmu, perhatikan apakah ada tahi lalat yang memiliki tepi atau batas yang tidak jelas, berlekuk, atau bergerigi. Tahi lalat yang sehat atau jinak umumnya memiliki batas yang jelas, halus dan mudah dibedakan dengan kulit normal di sekelilingnya. Jika batas kabur atau tidak beraturan, maka ini menunjukan adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol dan menyebar ke area sekitar.
 
Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua tahi lalat yang mengalami perubahan pasti akan berkembang menjadi melanoma ganas. Beberapa tahi lalat mungkin menunjukan satu atau dua karakteristik yang mencurigakan walaupun tidak berbahaya.
 
Maka dari itu, diperlukan perhatian lebih jika kamu memiliki banyak tahi lalat atau merasa ada tahi lalat yang mengalami perubahan signifikan. Berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat menjadi langkah pencegahan terbaik untuk menangani kondisi tersebut. 
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore