
Ilustrasi tahi lalat yang mengalami perubahan (Dok. Freepik)
Tahi lalat merupakan bintik kecil berwarna cokelat atau hitam yang terbentuk ketika sel-sel melanosit berkumpul dalam suatu area tertentu. Biasanya tahi lalat yang muncul sejak lahir atau masa kanak-kanak adalah normal dan tidak berbahaya. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua tahi lalat bersifat jinak dan aman untuk diabaikan.
Tahi lalat sendiri terbentuk dari sel-sel melanosit yang bertanggung jawab memproduksi pigmen melanin, yaitu zat yang memberikan warna pada kulit manusia. Orang yang memiliki tahi lalat biasanya juga dipengaruhi oleh faktor genetik atau paparan sinar matahari dalam jangka waktu tertentu.
Umumnya tahi lalat memiliki bentuk bulat simetris dengan warna yang merata, dan ukurannya pun terbilang relatif kecil. Inilah yang dapat membedakan tahi lalat jinak dengan tahi lalat yang berpotensi berubah menjadi kanker kulit.
Dalam beberapa kasus, ada tahi lalat yang mengalami perubahan mendadak, mulai dari bentuk, warna, ukuran, hingga menimbulkan rasa gatal. Perubahan ini dapat menjadi tanda awal bahwa tahi lalat tersebut berkembang menjadi kanker kulit, yaitu melanoma. Melanoma merupakan kanker kulit yang bermula dari melanosit, yaitu sel yang memproduksi pigmen yang memberikan warna pada kulit.
Melanoma umumnya terjadi pada kulit yang sering terkena paparan sinar matahari, seperti lengan, punggung, wajah, dan kaki. Namun, melanoma juga dapat berkembang di area tubuh yang jarang atau bahkan tidak pernah terpapar sinar matahari seperti tenggorokan, hidung, dan di bawah kuku. Melanoma juga tidak selalu bermula dari tahi lalat, tetapi bisa juga muncul pada kulit yang sehat.
Ciputra Hospital juga turut menjelaskan kondisi ini, bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami perubahan tahi lalat menjadi melanoma. Bagi individu dengan kondisi kulit yang mudah mengalami luka bakar saat terpapar sinar matahari, maka tingkat risikonya lebih tinggi. Adapun individu yang memiliki banyak tahi lalat atau bintik-bintik berpigmen di tubuhnya, memiliki riwayat keluarga dengan melanoma, atau faktor genetik tertentu, maka perlu untuk meningkatkan kewaspadaannya lagi.
Adapun menurut Mayo Clinic, berikut adalah beberapa tanda-tanda perubahan pada tahi lalat yang dapat menjadi kunci utama untuk mendeteksi indikasi melanoma.
Tahi lalat umumnya berbentuk simetris atau beraturan, jika dibagi menjadi dua bagian dan terlihat asimestris atau sangat berbeda satu sama lain, maka ini dapat menjadi indikasi kemungkinan melanoma. Perubahan ke bentuk asimetris ini dapat terjadi secara bertahap atau relatif cepat.
2. Variasi Warna

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
