
Ilustrasi pasangan yang terjebak dalam relationship anxiety (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Relationship anxiety atau kecemasan dalam hubungan adalah kondisi ketika seseorang merasa diliputi keraguan, rasa takut, atau kekhawatiran berlebihan terkait hubungan yang dijalani. Orang dengan kondisi ini sering membutuhkan kepastian dari pasangannya, bahkan sampai mengabaikan kebutuhan atau keinginannya sendiri demi menyenangkan pasangan.
Meski para tenaga kesehatan menyadari kondisi ini, relationship anxiety belum tercantum secara resmi dalam pedoman diagnosis gangguan mental DSM-5. Tidak seperti gangguan kecemasan umum atau gangguan panik yang memiliki panduan jelas untuk diagnosis dan pengobatan, kecemasan dalam hubungan masih perlu banyak diteliti lebih lanjut.
Melansir dari Medical News Today, para ahli melihat bahwa relationship anxiety memiliki kemiripan dengan gangguan kecemasan sosial, terutama dalam hal ketakutan akan penolakan. Bedanya, pada hubungan romantis atau persahabatan, kecemasan ini bisa berkembang menjadi rasa takut berlebihan yang membuat seseorang sulit menikmati atau mempertahankan hubungannya.
Orang dengan relationship anxiety bisa saja memilih mengakhiri hubungan karena diliputi rasa takut, atau tetap bertahan tetapi dengan tingkat kecemasan tinggi. Pada akhirnya, kondisi ini dapat mengganggu kualitas hubungan dan membuat seseorang tidak bisa berfungsi dengan sehat di dalamnya.
Menurut jurnal dari PsycNet, ada tiga gejala utama relationship anxiety:
1. Mencari Kepastian Berlebihan
Seseorang terus-menerus meminta kepastian tentang cinta atau komitmen pasangannya. Ini bisa terjadi karena adanya ketergantungan pada penilaian dan penerimaan orang lain.
2. Membungkam Diri Sendiri (Self-silencing)
Orang dengan kecemasan hubungan cenderung tidak mengungkapkan pendapat, perasaan, atau keinginannya, terutama jika berbeda dengan pasangan. Mereka melakukan ini demi menghindari konflik atau penolakan, meski pada akhirnya bisa menurunkan kepuasan hubungan.
3. Akomodasi Pasangan
Pasangan dari orang yang cemas biasanya ikut beradaptasi dengan cara-cara yang tidak sehat, misalnya selalu menuruti atau memberi kelonggaran berlebihan, yang justru bisa memperkuat siklus kecemasan.
Bagaimana Cara Mengelolanya?
Karena belum ada panduan khusus, penanganan relationship anxiety biasanya mengacu pada metode terapi yang digunakan untuk gangguan kecemasan lain. Beberapa pendekatan yang umum digunakan antara lain:
Meski belum ada pedoman resmi, berbagai terapi pasangan, konseling, serta pendekatan pengelolaan kecemasan terbukti bermanfaat. Pada kasus yang lebih berat, pengobatan medis juga bisa menjadi pilihan. Yang terpenting, kesadaran akan masalah ini dapat membantu pasangan mencari solusi bersama sehingga hubungan tetap sehat, saling mendukung, dan memuaskan bagi kedua belah pihak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
