
Aromaterapi dan air humidifier (dok. freepik)
JawaPos.com - Aromaterapi, atau yang juga dikenal sebagai terapi minyak esensial, merupakan praktik pemanfaatan minyak atsiri dari tumbuhan untuk mendukung kesehatan maupun meningkatkan kesejahteraan tubuh dan pikiran. Meski telah digunakan selama ribuan tahun, penelitian ilmiah mengenai efektivitas aromaterapi masih terbatas.
Asosiasi Nasional Aromaterapi Holistik (National Association for Holistic Aromatherapy/NAHA) mendefinisikan aromaterapi sebagai pemakaian ekstrak alami tumbuhan, seperti minyak esensial, untuk menyelaraskan tubuh, pikiran, dan jiwa, sehingga kembali pada kondisi seimbang.
Banyak orang meyakini aromaterapi dapat menjadi pelengkap pengobatan medis tradisional, misalnya untuk membantu mengurangi nyeri, mual, stres, hingga depresi. Namun, bukti ilmiah yang tersedia belum cukup kuat untuk memastikan manfaatnya bagi kesehatan manusia.
Dikutip melalui Medical News Today, aromaterapi dilakukan melalui dua cara utama, yakni inhalasi dan aplikasi topikal.
Inhalasi adalah proses ketika minyak esensial dihirup menggunakan diffuser, semprotan, atau tetesan minyak yang dilarutkan dalam air panas. Aroma yang terhirup memengaruhi sistem penciuman, lalu diteruskan ke otak, terutama ke sistem limbik yang berhubungan dengan emosi, detak jantung, tekanan darah, serta ingatan.
Sedangkan aplikasi topikal adalah ketika minyak esensial dioleskan ke kulit, misalnya melalui pijatan atau produk perawatan tubuh. Pijat pada area tertentu dapat meningkatkan sirkulasi darah sekaligus membantu penyerapan minyak ke dalam tubuh.
Pendukung aromaterapi percaya minyak esensial bermanfaat untuk berbagai kondisi, seperti nyeri tubuh, mual, sakit kepala, insomnia, dan sebagainya. Meski demikian, penelitian ilmiah yang mendukung klaim-klaim ini masih terbatas.
Risiko Pemakaian
Meski terlihat alami, minyak esensial tetap memiliki potensi risiko, di antaranya:
Penting untuk diingat, minyak esensial tidak boleh dipakai langsung ke kulit tanpa dicampur minyak pembawa (carrier oil). Mengkonsumsinya secara oral juga sangat berisiko karena bisa merusak hati atau ginjal serta berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.
Siapa yang Sebaiknya Menghindari Aromaterapi?
Aromaterapi tidak disarankan bagi semua orang. Mereka dengan kondisi berikut perlu berhati-hati:
Selain itu, keamanan penggunaan aromaterapi pada ibu hamil dan menyusui belum terbukti, sehingga sebaiknya dihindari.
Aromaterapi adalah metode alternatif yang memanfaatkan minyak esensial untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Meski bisa memberikan rasa rileks dan dipercaya membantu mengurangi beberapa gejala kesehatan, bukti ilmiah mengenai efektivitasnya masih terbatas.
Penggunaan minyak esensial harus hati-hati karena berpotensi menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, aromaterapi tidak boleh dijadikan pengobatan utama, melainkan hanya sebagai pelengkap, dengan tetap memperhatikan saran medis dan memilih produk yang aman serta berkualitas. (*)

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
