
Ilustrasi kecanduan media sosial atau game online. (Freepik)
JawaPos.com–Gen Z dikenal sebagai generasi digital yang tidak bisa lepas dari ponsel. Mulai dari scroll media sosial, bermain game online, hingga menonton live streaming sudah menjadi rutinitas harian yang sulit dihentikan.
Sayangnya, kebiasaan ini sering kali membuat mereka lupa waktu dan mengabaikan kegiatan lain. Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebiasaan bermain game dan scrolling media sosial berlebihan hingga larut malam dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik.
WHO juga menjelaskan bahwa remaja yang kecanduan media sosial dan game online lebih rentan mengalami gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, hingga penggunaan zat adiktif.
Tidak hanya itu, survei dari American Academy of Sleep Medicine (AASM) juga menemukan 93 persen Gen Z kehilangan waktu tidur akibat media sosial dan game online. Banyak dari mereka yang memilih tetap terjaga hingga larut malam karena merasa tidur adalah suatu kegiatan yang tidak produktif. Namun, pada akhirnya hal ini mengganggu konsentrasi mereka saat belajar ataupun beraktivitas keesokan harinya.
Fenomena ini sebenarnya sering terlihat. Ditambah dengan tren game Roblox yang sedang populer di berbagai kalangan, semakin membuat banyak remaja melewatkan waktu tidur. Apalagi tidak sedikit streamer yang mengadakan live di platform media sosial untuk bermain game tersebut hingga dini hari.
Keseruan ini seperti double combo bagi remaja, mereka bisa ikut bermain sekaligus menonton yang membuat mereka semakin betah untuk begadang. Padahal, remaja umumnya membutuhkan sekitar 9 jam untuk tidur setiap hari. Sedangkan orang dewasa akan cukup dengan 7-8 jam.
Kemenkes juga menjelaskan jika seseorang kekurangan waktu tidur, tubuh akan menyimpan kekurangan tersebut layaknya utang tidur. Semakin sering kurang tidur, semakin banyak juga utang yang harus dibayar dan tubuh akan terus menuntut agar hutang tidur tersebut dilunasi.
Dilansir dari Antara, begadang dan kurang tidur dalam jangka panjang dapat menimbulkan beberapa dampak serius bagi kesehatan. Berikut dampak yang perlu kita ketahui.
Orang yang hanya tidur sekitar enam jam setiap malam, berisiko mengalami gangguan pengolahan gula darah dan lebih rentang terkena diabetes. Selain itu, tidur yang tidak cukup bisa menurunkan sensitivitas insulin hingga 30-40 persen, yang mana ini mirip dengan kondisi awal diabetes.
Kurang tidur akibat begadang juga dapat meningkatkan tekanan darah yang memicu adanya risiko serangan jantung. Seseorang yang tidurnya kurang dari enam jam sehari memiliki peluang lebih besar untuk terkena serangan jantung, yaitu sekitar 20 persen lebih tinggi. Sedangkan, orang yang memiliki riwayat hipertensi atau diabetes, risiko kematian akibat penyakit jantung bisa melonjak hingga 83 persen.
Ketika tidur, tubuh memperkuat sistem kekebalan. Jika seseorang kekurangan tidur atau jam tidurnya terganggu, maka kemampuan tubuh untuk melawan infeksi juga berkurang dan bisa jadi proses pemulihan dari sakit juga menjadi lebih lambat.
Beberapa orang mungkin sudah sering mengalami ketika begadang di malam hari,keesokan harinya kita cenderung merasa lelah seharian, sulit fokus, dan sering menguap. Hal ini terjadi karena kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan otak untuk berkonsentrasi.
Tidur yang tidak cukup juga dapat membuat suasana hati lebih mudah terganggu, meningkatkan stres, dan menurunkan kestabilan emosi. Jika dilanjutkan dalam jangka waktu panjang, maka tidak menutup kemungkinan akan meningkatnya kecemasan dan risiko depresi.
Kurang tidur ternyata juga memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga nafsu makan meningkat. Tidak heran saat kita begadang, tidak jarang kita merasa dan akhirnya makan lewat dari jam biasanya. Pola makan yang terganggu ini dapat memicu kenaikan berat badan dan masalah metabolisme.
Terakhir, begadang dapat memengaruhi kesehatan sel dan sistem tubuh, sehingga risiko beberapa jenis kanker akan meningkat. Tidak menutup kemungkinan, hal ini juga akan memengaruhi harapan untuk berumur panjang, terutama bagi yang memiliki riwayat sakit jantung atau stroke.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
