
Sebuah acara mengusung tajuk Love The Beat di Siloam Hospitals Lippo Village Karawaci pada Sabtu (24/5). (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Seringkali kita mendengar pernyataan orang mengalami pegal atau sakit pada bagian leher setelah mengonsumsi daging kambing. Kondisi itu dikatakan sebagai pertanda kolesterol sedang tinggi di dalam tubuh. Benarkah demikian?
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Siloam Hospitals Lippo Village Nicolaus Novian Dwiya Wahjoepramono mengatakan, kolesterol tinggi di dalam tubuh tidak memiliki tanda-tanda khusus. "Kolesterol tinggi tidak bergejala. Setelah makan kambing terus sakit leher, itu bukan karena kolesterol. Bisa saja karena salah bantal dll. Itu mitos," kata Nico dalam acara mengusung tajuk Love The Beat pada Sabtu (24/5)
Kolesterol tinggi di tubuh sama sekali tidak bergejala dan karenanya kerap disepelekan oleh banyak orang. Padahal, kolesterol tinggi bisa mengakibatkan penyakit yang sangat serius seperti stroke hingga jantung yang bisa mengakibatkan kematian.
Yang lebih menakutkan, kolesterol tinggi tidak hanya dialami oleh orang-orang yang sudah berusia lanjut. Kolesterol juga menjangkiti anak usia 15 tahu sampai 24 tahun. Ini berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kemenkes tahun 2023 dimana prevalensi kadar kolesterol total tinggi pada usia 15—24 tahun mencapai 7,8 persen.
"Ini menunjukkan bahwa meskipun usia muda biasanya identik dengan kondisi kesehatan yang baik, ternyata memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Kalau anak umur 15 tahun sudah kolesterol, itu biasanya karena faktor keluarga," papar dokter Nico.
Dia pun merekomendasikan untuk melakukan tindakan pencegahan guna menghindari kolesterol tinggi. Misalnya dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga 5 kali seminggu, jangan sampai terlalu gemuk, tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, memperbanyak makan sayuran segar, dan lain-lain.
"Vape sama saja dengan rokok biasa. Malah kadang karena merasa lebih sehat, lebih banyak pakainya. Dampaknya malah lebih parah," papar dr. Nico.
Berdasarkan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) Kemenkes tahun 2018, kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5 persen pada penduduk semua usia. Hal itu berarti, diantara 100 orang dari semua usia, sekitar 1,5 persen menderita penyakit jantung.
Prevalensi Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Indonesia berdasarkan estimasi jumlah pada jenis kelamin, sekitar 352.618 (laki-laki) dan 442.674 (perempuan). Berdasarkan kelompok usia, prevalensi tertinggi yaitu pada populasi usia 65—74 tahun (3,6 persen). Itu berarti bahwa di antara 100 orang, sebanyak 3,6-nya menderita PJK.
Melihat begitu bahayanya kolesterol tinggi untuk kesehatan, Kalbe bekerja sama dengan beberapa perkantoran di Jabodetabek melaksanakan kegiatan Love The Beat secara office to office untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan kardiovaskular di kalangan pekerja.
Inisiatif ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kepedulian para pekerja kantoran untuk lebih memperhatikan kesehatan. Apalagi banyak pekerja kantoran yang memiliki angka kolesterol tinggi karena gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat.
"Kalbe mengusung edukasi kesehatan bertema 'Love The Beat: Dampak Kolesterol terhadap Kualitas Hidup' yang diadakan di rumah sakit maupun perkantoran. Ini bentuk inisiatif dan komitmen Kalbe dalam turut serta mengatasi permasalahan kesehatan kardiovaskular, terutama kolesterol tinggi di Indonesia, demi meningkatkan kualitas hidup," kata Group Product Manager PT Kalbe Farma Tbk, apt. Tekla Rosa Oktivia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
