Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 16.37 WIB

Terungkap! 7 Mitos Paru-Paru Basah yang Sering Menyesatkan Masyarakat

ilustrasi Terungkap! 7 Mitos Paru-Paru Basah yang Sering Menyesatkan Masyarakat / freepik - Image

ilustrasi Terungkap! 7 Mitos Paru-Paru Basah yang Sering Menyesatkan Masyarakat / freepik

Paparan udara dingin mungkin bisa membuat seseorang merasa menggigil, tetapi tidak serta-merta menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru.

Bahkan, mandi malam dengan air hangat justru dapat membantu meredakan ketegangan otot dan memperlancar pernapasan.

Yang perlu diperhatikan adalah kondisi tubuh. Jika tubuh sedang dalam keadaan lemah atau sistem imun menurun, paparan suhu ekstrem memang bisa memicu gangguan pernapasan, tetapi bukan sebagai penyebab utama infeksi paru.

3. Tidur Menggunakan Kipas Angin Sebabkan Paru-Paru Basah

Tidur dengan kipas angin sering kali dituduh sebagai penyebab paru-paru basah karena anggapan bahwa angin dingin dapat menembus tubuh dan menyebabkan infeksi.

Faktanya, tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa kipas angin secara langsung menyebabkan infeksi paru-paru.

Namun, penggunaan kipas angin yang diarahkan langsung ke tubuh dalam waktu lama bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan atau memperburuk kondisi sinus.

Ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap udara kering atau dingin.

Penting untuk memastikan sirkulasi udara tetap baik dan menjaga kelembapan ruangan, terutama saat menggunakan kipas semalaman.

Jika ruangan terlalu dingin dan kering, risiko infeksi saluran napas atas bisa meningkat, namun bukan berarti langsung menyebabkan paru-paru basah.

4. Cuaca Dingin Menjadi Penyebab Utama

Sering kali, paru-paru basah dikaitkan dengan musim hujan atau cuaca dingin. Padahal, cuaca hanya menjadi faktor pendukung yang membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit, bukan penyebab langsung dari infeksi paru.

Di musim dingin, sistem imun tubuh cenderung melemah, sehingga lebih mudah bagi bakteri atau virus untuk menyerang saluran pernapasan.

Selain itu, orang cenderung berada di dalam ruangan tertutup, yang mempermudah penularan penyakit.

Namun, tanpa keberadaan mikroorganisme penyebab infeksi seperti Streptococcus pneumoniae, virus influenza, atau jamur tertentu, cuaca dingin sendiri tidak akan menyebabkan seseorang terkena paru-paru basah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore