
Ade Rai menjelaskan siasat makan saat Lebaran. (YouTube Dunia Ade Rai)
JawaPos.com–Bulan Ramadhan resmi berakhir dan disambut dengan hari kemenangan di Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Umat muslim di seluruh dunia merayakan hari kemenangan dengan berkumpul dan bermaaf-maafan dengan anggota keluarga di rumah. Sebulan penuh menahan asupan makan dan minuman, kini Anda disuguhi dengan panganan khas Hari Raya. Anda perlu waspada dan tetap mengontrol asupan makanan dan minuman agar manfaat puasa Ramadhan tidak terlewat begitu saja.
Dikutip dari akun media sosial pribadinya, mantan binaragawan ternama Indonesia Ade Rai, turut membagikan tips dan trik dalam menangani asupan makanan agar tidak terlalu berlebihan selama merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tradisi berkunjung ke rumah saudara dan kerabat dengan disuguhi beragam makanan. Anda perlu menyimak tips dan trik berikut sembari menjaga hubungan silaturahmi yang baik dengan tuan rumah yang menyajikan makanan.
Ade Rai menyebutkan, tidak harus tidak makan tetapi bisa menyiasati asupan-asupan yang ingin Anda konsumsi. Banyak panganan dengan rasa manis seperti nastar, kastangel, dan lain-lain, bisa menyebabkan lonjakan gula darah. Ade Rai menyarankan agar pilihlah makanan manis yang berbahan dasar alami. Biasanya tekstur yang dimiliki terasa kasar dan memiliki bentuk sesuai dengan aslinya.
Pria berusia 54 tahun itu juga menambahkan makanan-makanan yang memiliki rasa yang gurih juga tentu akan tersedia di meja makan ketika Hari Raya Idul Fitri. Baiknya Anda menyantap makanan dengan protein tinggi terlebih dahulu. Kemudian, mengonsumsi sayur mayur yang biasanya diolah dengan santan kelapa. Baru setelah semuanya sudah dikonsumsi, bisa menambahkan sumber karbohidrat seperti ketupat dan olahan beras dalam bentuk lainnya.
"Semua sumber makanan karbohidrat diusahakan dimakan terakhir," terang Ade Rai.
Yang tak kalah penting menurut Ade Rai, tetap mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi. Misalnya kondisi anda yang akan berkeliling ke rumah-rumah, tentu tuan rumah yang disambangi akan menyuguhkan makanan. "Kontrol setiap asupan yang dikonsumsi di masing-masing rumah yang Anda kunjungi," ujar Ade Rai.
Ade Rai menambahkan, protein yang dikonsumsi terlebih dahulu akan membantu tubuh memiliki sinyal untuk merasa cukup dalam mengonsumsi makanan. Siasat yang dibagikan juga memiliki alasan mengapa panganan manis sebaiknya tidak dikonsumsi terlebih dahulu. Sebab, gula di makanan akan mempengaruhi selera makan sehingga dikhawatirkan akan melonggarkan kontrol asupan selama berkunjung ke rumah-rumah.
"Panganan manis dikonsumsi ketika anda sudah mengonsumsi semua makanan berat untuk menghindari lonjakan gula darah yang berlebih. Tetapi tentu jumlahnya tetap harus dikontrol agar tidak membahayakan risiko penyakit di dalam tubuh yang akan terakumulasi di masa mendatang," ucap Ade Rai.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
