Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 00.17 WIB

Pernah Merasa Kedutan di Wajah Tak Terkendali? Gejala Hemifacial Spasm, Begini Cara Mengobatinya

Ilustrasi merasakan kedutan di wajah. (Freepik) - Image

Ilustrasi merasakan kedutan di wajah. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasakan kedutan di wajah yang tidak dapat dikendalikan dan terus terjadi dalam waktu yang lama? Dalam bahasa medis, gejala itu disebut dengan hemifacial spasm.

Penyakit ini adalah gangguan saraf wajah yang menyebabkan kedutan atau kontraksi otot wajah secara tidak terkendali dan berulang di satu sisi wajah. Kondisi ini biasanya terjadi akibat tekanan pembuluh darah pada saraf wajah.

Menurut dr. Wienorman Gunawan, Sp.BS, Dokter Spesialis Bedah Saraf di Bethsaida Hospital, hemifacial spasm terjadi akibat adanya gangguan pada saraf wajah yang disebabkan oleh benturan dari pembuluh darah di sekitarnya.

“Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah cenderung memanjang dan kehilangan elastisitasnya, sehingga dapat menekan saraf wajah," ujarnya kepada wartawan, Jumat (14/3).

"Inilah yang menyebabkan kontraksi otot wajah secara tidak normal,” sambung pria yang akrab disapa dr. Noerman itu.

Gangguan ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak pada kepercayaan diri penderitanya, terutama pada perempuan.

Sebab, kedutan yang terjadi terus-menerus dapat mengganggu ekspresi wajah dan membuat seseorang merasa malu dalam berinteraksi sosial.

Pilihan Pengobatan Hemifacial Spasm

Adapun bagi penderita hemifacial spasm yang tidak membaik dengan pengobatan oral, dr. Noerman menyebut bahwa setidaknua terdapat dua metode utama yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Berikut penjelasannya.

1. Microvascular Decompression (MVD)

Teknik ini bertujuan untuk menghilangkan tekanan pembuluh darah pada saraf wajah dengan prosedur operasi yang bertujuan untuk memisahkan saraf dari pembuluh darah yang menekannya.

2. Injeksi Botulinum Toxin (Botox)

Metode ini dilakukan dengan menyuntikkan Botox ke area yang mengalami kedutan untuk mengurangi kontraksi otot yang berlebihan. Terapi ini biasanya dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan pasien.

“Kedua metode ini memiliki keunggulan masing-masing dan perlu disesuaikan dengan kondisi pasien. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf sangat penting agar pasien mendapatkan penanganan yang tepat," papar dr. Wienorman.

Di Bethsaida Hospital Gading Serpong sendiri terdapat Brain & Spine Center dengan fasilitas lengkap untuk menangani berbagai gangguan saraf, termasuk hemifacial spasm.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore