
Ilustrasi mengalami asam lambung. (master1305/ freepik)
JawaPos.com - Asam lambung adalah kondisi yang umum terjadi dan dialami oleh banyak orang, tetapi sering diabaikan. Ketika asam lambung meningkat, berbagai ciri dapat muncul yang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan.
Penting untuk mengenali ciri-ciri asam lambung agar dapat melakukan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Jika dibiarkan, asam lambung dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Dilansir laman mayoclinic.org, asam lambung, yang dikenal juga sebagai GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), adalah suatu kondisi di mana asam lambung mengalir kembali ke esofagus atau kerongkongan.
Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri di area ulu hati, sensasi terbakar di dada, serta berbagai ciri lain yang muncul di bagian bawah dada dan perut.
Penderita GERD umumnya mengalami refluks asam yang ringan setidaknya dua kali dalam seminggu, dan mengalami ciri yang lebih parah sekali dalam seminggu.
Menurut informasi dari WebMD, asam lambung terjadi ketika otot kerongkongan bagian bawah (otot LES) melemah. Otot ini seharusnya berkontraksi dan menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun ke lambung.
Bila otot ini lemah, kerongkongan akan tetap terbuka dan asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini berisiko terjadi pada orang lanjut usia (lansia), penderita obesitas, dan ibu hamil.
Sangat penting untuk selalu memperhatikan kondisi tubuh dan tidak mengabaikan ciri-ciri yang mungkin muncul. Dengan pengetahuan yang tepat, kita bisa lebih siap menghadapi masalah kesehatan yang berkaitan dengan asam lambung, Senin (13/1).
Salah satu ciri bahwa asam lambung naik adalah munculnya rasa terbakar di ulu hati, yang sering disebut heartburn. Sensasi ini biasanya terasa lebih parah pada malam hari atau ketika kita berbaring dan membungkuk.
Hal ini disebabkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan, yang dapat menyebabkan iritasi. Iritasi inilah yang menimbulkan rasa panas atau terbakar yang bisa menjalar hingga ke dada.
Nyeri dada juga merupakan ciri lain dari naiknya asam lambung, dan disalahartikan sebagai ciri serangan jantung karena lokasi nyerinya yang mirip.
Nyeri akibat serangan jantung biasanya menjalar ke bagian tubuh lain seperti lengan, bahu, dan leher. Sementara itu, nyeri dada akibat GERD umumnya hanya terasa di area tulang dada dan ulu hati saja.
Batuk adalah cara alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari kotoran seperti virus dan debu. Jika batuk yang Anda alami tidak kunjung sembuh meskipun sudah mengonsumsi obat batuk, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Ini bisa jadi ciri bahwa asam lambung Anda naik, karena selain kerongkongan, asam lambung juga bisa mencapai tenggorokan dan menyebabkan iritasi, yang bisa memicu batuk kronis atau sakit tenggorokan.
Naiknya asam lambung dapat menyebabkan iritasi pada kerongkongan, yang membuat Anda merasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
