Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Januari 2025 | 16.42 WIB

Kenali Gejala dan Penyebab Obesitas untuk Hidup Lebih Sehat

Terlalu banyak mengosumsi makanan olahan bisa membuat obesitas. (Impella)

JawaPos.com – Obesitas merupakan kondisi kelebihan berat badan yang terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari pola makan tidak sehat hingga genetika. Jika tidak segera ditangani, obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, dan diabetes.

Dikutip dari Alodokter.com, obesitas adalah kondisi penumpukan lemak tubuh yang berlebihan sehingga dapat mengganggu kesehatan. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa 650 juta orang dewasa di dunia mengalami obesitas. Sementara itu, di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar menunjukkan 22 persen orang dewasa atau sekitar 625.000 jiwa menderita obesitas.

Gejala Obesitas

Orang dengan obesitas dapat dikenali dari beberapa gejala berikut:

  • Indeks Massa Tubuh (IMT): Memiliki IMT ≥25 kg/m².
  • Gejala fisik: Penumpukan lemak di area tertentu seperti perut atau payudara.
  • Gangguan aktivitas: Sesak napas saat beraktivitas fisik ringan.
  • Masalah kesehatan tambahan: Nyeri sendi, tekanan darah tinggi, diabetes, atau gangguan jantung.

Pada anak-anak, obesitas dapat disertai tanda-tanda seperti:

  • Penumpukan lemak di payudara atau perut.
  • Kesulitan bergerak atau sesak napas saat bermain.
  • Gangguan pubertas, seperti keterlambatan atau percepatan perkembangan.

Penyebab Obesitas

Obesitas biasanya disebabkan oleh:

  1. Pola makan tidak sehat: Konsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
  2. Kurangnya aktivitas fisik: Tubuh membakar lebih sedikit kalori daripada yang dikonsumsi.
  3. Genetika: Beberapa individu memiliki kecenderungan genetik untuk menyimpan lemak lebih banyak.
  4. Kondisi mental: Stres atau depresi yang membuat seseorang beralih ke makanan untuk kenyamanan emosional.
  5. Efek samping pengobatan: Obat-obatan seperti steroid atau pil KB dapat meningkatkan risiko obesitas.
  6. Penyakit tertentu: Gangguan tiroid atau sindrom metabolik.

Faktor Risiko Obesitas

Menurut Halodoc, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko obesitas meliputi:

  1. Lingkungan:

  • Keterbatasan akses ke makanan sehat.
  • Tingginya paparan makanan cepat saji atau olahan.
  • Kondisi emosional:

    • Depresi atau stres kronis yang mendorong kebiasaan makan berlebihan.
  • Perubahan gaya hidup:

    • Berhenti merokok dapat menyebabkan peningkatan berat badan.
    • Kurangnya aktivitas fisik akibat pekerjaan yang menetap atau rutinitas harian.
  • Penggunaan obat tertentu:

    • Steroid atau obat hormon lainnya yang dapat memicu kenaikan berat badan.

    Dampak Obesitas pada Kesehatan

    Obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti:

    • Penyakit jantung koroner
    • Diabetes tipe 2
    • Hipertensi
    • Gangguan metabolisme
    • Nyeri sendi dan tulang

    Baca Juga: Orang Tua Jangan Keliru, Anak Gemuk Belum Tentu Sehat, Waspadai Obesitas Sejak Dini demi Masa Depan si Buah Hati

    Obesitas bukan hanya masalah estetika tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan fisik dan mental. Untuk mencegah obesitas, penting untuk menerapkan pola makan sehat, berolahraga secara teratur, dan menjaga kesehatan mental.

    Jika Anda merasa memiliki gejala obesitas, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan langkah pencegahan yang benar, risiko obesitas dan komplikasinya dapat diminimalkan.

    Editor: Ilham Safutra
    Tags
    Artikel Terkait
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore