
TEROBOSAN KEDOKTERAN: Proses operasi bedah jantung menggunakan metode robotik pertama di Indonesia di RSJPD Harapan Kita, Jakarta, Jumat (15/11). (MUHAMAD ALI/JAWA POS)
JawaPos.com – Rumah Sakit JPD (Jantung dan Pembuluh Darah) Harapan Kita, Jakarta, melaksanakan bedah jantung robotik pertama di Indonesia kemarin (15/11). Operasi tersebut tidak memerlukan pembedahan dengan luka yang besar.
Kasus yang ditangani dengan bedah robotik adalah operasi katup, bypass jantung koroner secara total (TECAB), dan menutup atrial septal defect (ASD). "Ini bedah jantung robotik pertama di Indonesia, tetapi untuk TECAB, Indonesia negara ketiga,” kata Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Iwan Dakota.
Salah satu keuntungannya adalah lebih murah. Iwan berharap operasi tersebut masuk paket tarif yang dibayarkan BPJS Kesehatan kepada rumah sakit (INA CBGs).
Spesialis bedah toraks dr Dudy Hanafy SpBTKV menyebutkan, waktu penyembuhan pasien hanya tiga sampai empat hari. Selain itu, dengan membuka dada seperti operasi pada umumnya, nyerinya sampai tiga bulan. Sehingga produktivitas turun. "Pasien bisa kembali kerja dengan baik,” katanya.
Dudy yakin operasi tersebut akan diminati pasien. Sebab, bedah jantung terbuka cukup ditakuti karena dadanya dibelah. ’’Masyarakat akan memilih robotik karena dada tidak perlu dibelah,” ucapnya.
Dia sempat menunjukkan bagaimana mengambil pembuluh darah dari dada untuk bypass jantung. Operasi robotik itu hanya memerlukan perlukaan kecil untuk memasukkan alat. Biasanya pasien harus dibuka dadanya dan dipotong tulang dada bagian tengah.
"Karena ada kamera di alat robot itu, ya jadi memungkinkan kinerja pembesaran hingga 10 kali. Ini tentunya memudahkan para ahli kami sehingga akan lebih presisi," imbuhnya.
Sakit Jantung Jadi "Pembunuh" Terbanyak Kedua
DISKUSI: Menkes Budi Gunadi Sadikin, Dirut RSJPD Harapan Kita Iwan Dakota, dan dokter Sudhir Prem Srivastava setelah memberikan keterangan hasil proses operasi bedah jantung metode robotik.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa jantung adalah penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia. Per tahun jumlahnya 250.000 orang. Sedangkan yang tertinggi adalah stroke.
"Oleh karena itu, kami fokus penanganan kematian tertinggi. Saya berharap sebagai rumah sakit rujukan nasional (RSJPD Harapan Kita) membuat desain nasional referral system-nya,” kata Budi.
Setelah 514 rumah sakit di kabupaten/kota bisa intervensi penyakit jantung dengan cathlab, Budi berencana 34 rumah sakit tingkat provinsi bisa melakukan operasi bedah jantung terbuka. Selain itu, RSJPD Harapan Kita diharapkan untuk meningkatkan teknologinya sehingga waktu tunggu semakin pendek. "Untuk mendapatkan kualitas yang lebih bagus, waktu tunggu yang lebih pendek, dan diharapkan lebih murah,” tuturnya.
Dia menambahkan, dengan operasi robotik, penyembuhan lebih singkat. ’’Dengan tidak membuka dada, pelayanan akan lebih cepat waktu tunggunya,” ujarnya. (lyn/c17/ttg)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
