
Ilustrasi orang membaca buku. (The New Yorker)
JawaPos.com - Saat masih berusia muda dan masih kanak-kanak, otak mereka masih cepat untuk memahami dan mengingat sebuah informasi. Berbeda dengan para orang tua yang mulai lambat untuk berpikir. Perubahan tersebut dinamakan sebagai plastisitas otak atau yang juga dikenal dengan istilah neuroplastisitas. Dikutip dari Hello Sehat, plastisitas otak merupakan kemampuan otak untuk berubah dan merespon stimulus yang diberikan.
Ada enam kegiatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan plastisitas otak. Dalam artikel ini akan memberikan informasinya yang dilansir Orlando Health.
1. Teruslah gerakkan tubuhmu
Jika ingin membuat otak Anda selalu aktif, jangan terlalu fokus untuk memakai handphone dan juga menonton televisi. Sebaiknya, pelajari sesuatu yang baru agar tubuh Anda selalu bergerak.
Anda dapat melakukan kegiatan seperti bermain alat musik. Serta mempelajari tarian baru yang bisa dilihat melalui akun YouTube. Atau bagi Anda yang senang olahraga, belajarlah untuk berlatih trik baru sepak bola. Selain itu, Anda bisa melakukan olahraga lain seperti surfing, hula hoop, atau slacklining.
2. Membaca buku
Anda bisa mencoba untuk membaca buku dan mengganti aktivitas menonton televisi atau film. Hal tersebut karena membaca buku membuat otak lebih aktif untuk berpikir.
Anda juga bisa sambil berkhayal membayangkan setiap kejadian dalam buku yang dibaca. Daripada menonton televisi atau film yang akan membuat otak menjadi lebih pasif dalam berpikir.
3. Berwisata
Ketika berwisata ke tempat baru, Anda akan belajar untuk mengetahui banyak hal. Otak Anda juga akan dibuat aktif saat harus mencari rute kereta api atau angkutan umum lainnya. Selain itu, Anda juga aktif untuk selalu mengingat nomor kamar hotel serta menentukan tempat sarapan.
4. Terimalah Pekerjaan baru Anda
Disarankan untuk tidak menolak peran atau tugas baru yang diberikan pada Anda. Menerima dan mempelajari tugas serta alur kerja baru akan membantu meningkatkan neuroplastisitas.
5. Melakukan permainan
Luangkan waktu Anda untuk melakukan sebuah permainan seperti monopoli dan ular tangga atau permainan sejenis lainnya. Jenis permainan seperti itu, akan meningkatkan interaksi sosial yang merangsang otak dengan cara yang berbeda. Manfaat lainnya yaitu bisa membantu mengatasi depresi. Anda bisa melakukan permainan ini bersama anak-anak, keluarga, atau teman.
6. Berdiskusi dengan teman atau keluarga

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
