Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juli 2024 | 06.40 WIB

Keluarga Rentan Tularkan DBD, Ini Tips dari Dokter Agar Anak Terlindungi

Dokter Spesialis Anak dr. Nunki Andria Samudra, Sp.A, mengatakan ada waktu tertentu nyamuk DBD semakin beringas menyebarkan virusnya. (Royyan/JawaPos.com) - Image

Dokter Spesialis Anak dr. Nunki Andria Samudra, Sp.A, mengatakan ada waktu tertentu nyamuk DBD semakin beringas menyebarkan virusnya. (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi momok menyeramkan yang mesti diwaspadai penyebarannya. Pasalnya, penyakit ini bisa menjangkiti lebih dari satu kali. Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa setiap harinya, dua orang meninggal dunia karena DBD. Pencegahan terhadap penyebaran nyamuk DBD ini menjadi penting.

Dokter Spesialis Anak dr. Nunki Andria Samudra, Sp.A, mengatakan ada waktu tertentu nyamuk DBD semakin beringas menyebarkan virusnya.

"Kita semua perlu lebih waspada, terutama pada pagi dan sore hari saat nyamuk biasanya menggigit, yaitu waktu di mana kita paling aktif," ujarnya dalam Talkshow 'Bye Bye DBD: 3M Plus dan Vaksin DBD Cara Terkini Terhindar dari Demam Berdarah', Minggu (27/7).

Ia menerangkan, waktu di pagi hari dan sore hari nyamuk DBD beraksi adalah waktu yang rawan untuk anak-anak. Sehingga, langkah pencegahan mesti dilakukan. Salah satunya adalah dengan vaksinasi DBD.

"Pencegahan inovatif vaksin DBD yang saat ini tersedia di Indonesia diperuntukkan bagi kelompok usia 6-45 tahun. Dapat diberikan terlepas dari paparan DBD sebelumnya, serta dapat diakses secara mandiri oleh masyarakat," papar dr. Nunki.

"Vaksin DBD adalah salah satu langkah krusial untuk meningkatkan perlindungan, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa," sambungnya.

Namun, dr. Nunki menyebut bahwa untuk mendapatkan perlindungan yang optimal, vaksinasi harus dilakukan secara lengkap sesuai dosis yang dianjurkan.

"Dengan memberikan perlindungan ‘dari dalam’ kepada seluruh anggota keluarga, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dari risiko DBD parah dan perawatan di rumah sakit,” tegasnya.

Dokter Nunki juga mengingatkan bahwa ketika nyamuk menggigit seseorang yang memiliki virus dengue dalam darahnya, nyamuk tersebut akan terinfeksi dan kemudian dapat menularkan virus kepada orang sehat melalui gigitannya.

Jadi, perlu diingat bahwa dengue tidak dapat menyebar langsung dari satu orang ke orang lainnya; nyamuk diperlukan untuk transmisi virus dengue.

"Jadi, bagi Bapak dan Ibu yang memiliki buah hati, lalu Bapak/Ibu digigit oleh nyamuk pembawa virus dengue, perlu berhati-hati karena dapat menularkan kepada anak-anak kita," pungkas dr. Nunki.

Terpisah, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht mengungkapkan bahwa anak sekolah dan orang dewasa yang bekerja adalah yang paling terpengaruh DBD.

"Dan yang memprihatinkan, DBD adalah penyebab utama kematian anak-anak di Indonesia. Bersama, kita memiliki kekuatan untuk melawan DBD, tetapi kita semua harus mengambil tindakan sekarang," ucapnya.

"Mari kita tingkatkan kesadaran, perkuat pengendalian nyamuk dengan menerapkan 3M Plus, dan manfaatkan metode pencegahan yang inovatif seperti vaksin, sebagaimana direkomendasikan oleh asosiasi medis," sambung Andreas

Andreas menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memerangi DBD sebagai mitra jangka panjang melalui pencegahan inovatif DBD.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore