Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juli 2024 | 21.28 WIB

Amandel Dapat Menular, Kenali Bentuk Penularan dan Pencegahannya

ILUSTRASI penderita Amandel. (KRISMONICA ZULCHA/DOK. JAWA POS) - Image

ILUSTRASI penderita Amandel. (KRISMONICA ZULCHA/DOK. JAWA POS)

Amandel atau tonsil menjadi pertahanan pertama dari kuman yang masuk lewat mulut. Karena itu, amandel rawan terkena infeksi. Sama seperti flu, penyakit ini ternyata menular dengan mudah.

PENULARANNYA bisa lewat percikan ludah, sharing makanan-minuman, dan penggunaan alat makan bersama bekas penderita. Amandel yang terinfeksi bakteri atau virus akan tampak merah dan bengkak sehingga menimbulkan nyeri saat menelan.

Gejala lebih lanjut bisa disertai dengan demam, bau mulut, dan pembengkakan kelenjar getah bening. ”Apabila disebabkan virus, 1–2 hari sudah membaik jika imunitas bagus,” ujar dr Olivia Tantana MBiomed SpTHTBKL.

Kalau disebabkan bakteri, perlu periksa ke dokter untuk diberi antibiotik. ”Pemulihannya sekitar 5–7 hari,” lanjut dokter spesialis telinga hidung tenggorokan dan bedah kepala leher RSK Vincentius A Paulo Surabaya itu.

Namun, ada pula beberapa indikasi yang mengharuskan dilakukan tindakan operasi. Salah satunya, kondisi amandel yang membesar hingga menyumbat jalan napas atas serta adanya riwayat abses disertai nanah di daerah sekitar amandel.

”Yang sakit amandel 3x dalam setahun selama tiga tahun berturut-turut, atau 5x dalam setahun selama dua tahun berturut-turut, atau 7x dalam setahun sakit amandel terus itu dapat dipertimbangkan untuk operasi,” urai dr Olivia.

dr Olivia Tantana MBiomed SpTHTBKL, dokter spesialis telinga hidung tenggorokan bedah kepala leher.

Operasi akan mengurangi tingkat kekambuhan terjadinya infeksi amandel. Apabila dengan perubahan pola hidup dapat diperbaiki dan fungsi amandel masih bagus, sebaiknya dipertahankan.

”Makanan dan minuman yang bikin iritasi tenggorokan, imunitas rendah, udara yang terlalu dingin atau panas, dan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol adalah faktor pemicu kekambuhan,” bebernya.

Ketika mengalami radang amandel, lakukan perawatan di rumah. Hindari makanan pedas dan perasa yang dapat menimbulkan iritasi. Perbanyak minum air putih dan lakukan kumur dengan larutan air hangat dicampur garam.

”Istirahat cukup. Jika diberi dokter antibiotik, minum sampai habis, jangan ketika 1–2 hari merasa enakan lalu berhenti (minum antibiotik). Setelah sembuh, ganti sikat gigi,” imbuhnya.

Pada beberapa kasus, radang amandel memang dapat sembuh sendiri dengan perawatan di rumah. Namun, ada risiko komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat, terjadi berulang, atau tergolong kronis.

Di antaranya, henti napas saat tidur, sinusitis, dan penyebaran infeksi ke organ lain. ”Paling sering itu peradangan disertai terbentuknya nanah di sekitar amandel. Itu sakit banget dan menyebabkan demam tinggi,” ungkapnya. (lai/c7/nor)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore